Agam - Menanggapi keluhan orangtua santri tentang dipulangkannya murid-murid Pondok Pesantren Tahfiz Quran-Muallimin Muhammadiyah Kamang, pada Hari Minggu, 13 Januari 2019, Dewan Pimpinan Pondok Pesantren angkat bicara. Santri Ponpes yang tidak bisa menghafal salah satu surat Al-Quran yang sudah ditentukan, dipulangkan kembali kepada orangtua dengan baik-baik, bukan diusir. 

Menurut Dewan Pimpinan Ponpes Tahfiz Quran, Ustads Ahwan yang didampingi Ustads Yasril Dt Maka dan Ustads Harahap mengatakan, peraturan ponpes terhadap santri saat liburan panjang tiba selalu memberikan tugas untuk menghafal salah satu surat suci Al-Quran. Surat yang sudah ditentukan oleh ponpes saat itu adalah surat Al-Hujurat dan Surat Qaf, Senin (14/01).

Lanjut Akhwan, pimpinan ponpes menetapkan liburan semester ganjil pada tanggal 19 Desember 2018 hingga 03 Januari 2019. Artinya ada banyak waktu bagi santri untuk menghafal salah satu surat sebagai tugas santri di rumah selama masa liburan. 

Akhirnya melalui rapat dewan pimpinan ponpes menyampaikan kepada orangtua melalui surat resmi per tanggal 12 Januari 2019 dengan nomor surat: VI.C/ 4.a/ 64/ PpTq-M/ I/ 2019 bagi siswa yang belum bisa menghafal Al-Quran tanggal dipulangkan kembali kepada orangtuanya masing-masing. 

Sebelumnya, salah seorang orang tua santri putra asal Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman, Dodi (40) mengatakan kepada wartawan, sangat kecewa dengan perlakuan dari pihak pesantren yang menyuruh anaknya keluar dari pesantren karena anaknya tidak hafal membaca surat Al Hujurat yang disuruh oleh gurunya.

"Tidak anak saya saja yang terkatung-katung diluar asrama. Masih banyak anak santri tersebut yang terlantar di luar pesantren, karena diusir," ujar Dodi, Minggu (13/01) kemaren. 

Menurut Akhwan, bagi santri Ponpes Tahfiz bukan hal yang baru untuk menghafal surat-surat Al-Quran, memang seperti itulah ciri khas santri di ponpes Tahfiz. Namun demikian, meski ada kelonggaran waktu lagi diberikan oleh pihak ponpes, masih banyak santri yang melalaikan kewajibannya atau tidak bisa menghafal Al-Quran. 

Ini artinya, lanjut Akhwan, pihak ponpes meminta kerjasama orangtua agar dapat memonitor anak-anak untuk dapat menghafal Al-Quran selama berada dirumah. Adapun jumlah santi yang belum bisa menyampaikan tugas menghafal diantaranya, santri putra sebanyak 77 orang dan santri Putri sebanyak 23 orang. Semuanya ini tergabung dari santri-santri tingkat Tsanawiyah dan Aliyah. (Rizky)

Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.