Sarilamak, Editor.- Di lingkungan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dan
wanita  Tanjung Pati, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera  Barat disinyalir rawan perderan dan pemakaian narkoba.

Hal tersebut terbukti dengan di temukan barang bukti berupa sabu dan alat hisapnya berupa bong, ketika dilakukan razia oleh pihak petugas lapas Mustika Dewa, Selasa ( 25/12) lalu.

Kecurigaan petugas lapas pada warga binaan yang diduga sedang mengkonsumsi barang haram di kamar mandi lapas tersebut.

Kecurigaan tersebut ternyata membuahkan hasil, karena terbukti beberapa warga binaan, yakni Dewi nengsih dan Teti,  saat digeledah  bagian paha ditemukan  mencis, masih dalam keadaan panas, diduga baru saja dipergunakan.

berkaitan dengan hal tersebut, Kasat Narkoba Polres Lima Puluh Kota Iptu Despa, ketika dikinfirmasikan melalui melalui telpon selularnya, mengatakan masih masih menunggu  hasil pemeriksaan  labotorium.

“Pemeriksaan terhadap tersangka pemakaian narkoba di lapas khusus anak dan wanita masih tetap kita proses dan menunggu hasil pemeriksaan labor,” ungkap Despa

Ditambahkannya, karena  Suasana libur, maka hasil labor agak terlambat untuk diketahui. Meskipun demikian proses hukum tetap berjalan dan Dewi  nengsih serta temannya Teti masih ditip di lapas.

Sementara itu, kepala  LPKA kelas  II Tanjung Pati yqng dikonfirmasi melalui  kepala seksi kesatuan pengaman lembaga permasyarakatan (KPLP) Darisman mengatakan, dalam bulan Desember sudah dua kali warga binaan ditemukan  petugas sipir wanita menggunakan narkoba.

Awalnya pada hari Jumat ( 28/12  ), ditemukan sabu terbungkus uang seribu rupiah, di kamar Winda, diduga sebagai pemasoknya seorang mantan warga binaan, Fitri Yanti saat ini masih dalam proses penyelidikian satnarkoba Polres  Limapuluh Kota.

Dalam kondisi banyaknya temuan dan gejolak di LPKA tersebut, Kalapas Agus Rahmatamin tidak berada ditempat, saat ini sedang cuti sakit.

Darisman sendiri mengakui kekurangan personil  dalam melakukan penjagaan dengan jumlah tahanan saat ini sebanyak 136 orang napi dan tahanan.

Masih adanya penggunaan narkoba dikalangan warga binaan karena hanya mendapatkan sanksi ringan berupa kurungan, dan itu bukan merupakan efek jera. Mestinya ada hukum tambahan lain, sehingga pemakai dan pemasok memiliki efek jera. ** Afridon

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.