Padangpanjang -- Bandit Curanmor, SD, (39) warga Tambilahan, Provinsi Riau, beraksi di Masjid Al Azhar,  Institut Seni Indoensia (ISI), Padangpanjang, sekitar pukul 15. 45 WIB, Rabu (05/12) kemarin.  Satu unit  kendaraan motor (Ranmor) BA 2500 ND, milik salah seorang jamaah yang sedang Sholat Asyar, Imbiyar(48) berhasil di bawa kabur maling. 

Tabrak Polisi, pelaku  berhasil diringkus di area pesawahan,  kawasan, Junjung Sirih, Kabupaten Solok. 

Saat usai Sholat Asyar, jamaah digegerkan atas kasus curanmor yang terjadi. Tidak menunggu lama, polisi pun datang setelah korban melaporkannya.  Indentifikasi data dan olah  tempat kejadian perkara (tkp), pasukan Buru Sergap (Buser) Sat Reskrim Polres Padangpanjang,  tancap gas memburu  pelaku. Pelarian tersangka dapat dideteksi. Polisi di wilayah hukum (wilkum) Polres Padangpanjang melakukan pengepungan dirute pelarian tersangka.

“Satu jam pemburuan.  Tersangka berhasil kita kepung dikawasan Kecamatan Batipuah Selatan, Kabulaten Tanahdatar. Saat dihentikan, tersangka nekat menabrak kendaraan salah satu polisi sekaligus kembali lari kearah persawahan warga setempat,” sebut Kasat Reskrim Polres Padangpanjang AKP. Julianson, SH.MH yang juga didampingi Kaur Bin Ops, Iptu.TJP Damanik diruangan penyidik polres setempat. Kamis (6/12)

Pemburuan tersangka terus berlanjut, Julianson, mengungkapkan, atas terjadinya tabrakan tersangka dengan polisi memancing perhatian warga setempat dan akhirnya ikut meburu pelaku bersama polisi. “Setelah kelelahan, akhirnya pelaku berhasil diringkus dan diamankan ke Polres Padangpanjang untuk diproses,” sebut Julianson.

Sementara itu, TJP Damanik menambahkan,  pelaku ditangkap di kawasan Junjung Sirih, Kabupten Solok.  Sebelum diamankan polisi, pelaku sempat dihajar massa hingga harus menerima luka lebam dibagian wajah.

“Beruntung kita dapat menenangkan massa, pelaku  kita bawa ke Polres Padangpanjang. Dari hasil introgasi, pelaku mengaku pencurian ranmor   dilakukan dengan menggunakan kunti “T” sekaligus mengungkapkan baru kali ini beraksi di Padnagpanjang,” sebut Damanik, seraya mengatakan penyidik saat ini terus melakukan pengembangan kasus. 

Terkait kasus Curanmor tersebut, jelas Damanik lagi, penyidik telah mengamankan barang bukti  satu unit motor. Dalam kasus ini, tersangka terjerat pasal 363, ayat 1, 4 dan 5 KUHP dan terancam hukuman penjara 7 tahun. (Rj)

Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.