Batusangkar, Editor.- Rapat Paripurna  Penyampaian  Pendapat Fraksi-Fraksi  DPRD Tanah Datar  terhadap Rancangan Peraturan Daerah  (ranperda) tentang APBD Kabupaten Tanah Datar tahun 2019  yang dilaksanakan pada Kamis (29/11) molor  selama tiga jam yang mana dalam undangan acara dimulai pukul 09.00 WIB.

Pukul 12.00 wib sidang dibuka oleh Ketua DPRD Anton Yondra didampingi oleh wakil Ketua  Irman  dan  Saidani berhubung waktu Shalat Zuhur sudah masuk sesuai dengan tatib dewan maka sidang di skor  sampai pukul 14.00 wib.

Sidang paripurna yang dihadiri oleh Bupati Tanah datar Irdinansyah Tarmizi,Forkofinda,Para Asisten, Kepala OPD, Camat, Wali Nagari dan Ketua BPRN se Kabupaten Tanah Datar yang cuman dihadiri oleh 27 orang anggota Dewan dari jumlah anggota dewan sebanyak 35 orang

Ketua DPRD Anton Yondra  diawal pembukan sidang menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan  lebih kurang dari 4 jam tersebut dikarenakan adanya beberapa item Ranperda yang perlu dibahas bersama pemerintah daerah yang belum bisa disepakati, ungkap Anton Yondra

Pada pukul 14.00 wib  sidang Paripurna dilanjutkan  dengan penyampaian laporan hasil pembicaraan tingkat pertama pembahasan Ranperda tentang APBD Kabupaten Tanah Datar tahun 2019 oleh pimpinan Badan Anggaran (Bangar)DPRD yang di sampaikan oleh Irman yang juga wakil ketua DPRD Tanah Datar.

Irman menyampaikan, landasan perumusan berdasarkan Nota penjelasan  Bupati Tanah datar terhadap Ranperda tentang APBD Kabupaten Tanah datar tahun 2019 tanggal 29 Oktober 2018.Pandangan Fraksi  DPRD terhadap Nota Penjelasan Bupati Tanah Datar tentang  tentang APBD tahun 2019 pada tanggal 7 Nopembver tahun 2018,Rapat internal Banggar DPRD terhadap pembahasan Ranperda  pad atanggal 27 September 2018

Setelah pembahasan selama satu hari maka telah diambil kesepakan dalam pembahasan bersama pada tanggal 28 nopember lalu, dimana pendapatan sebelumnya pembahasan sebesar Rp 999,5 milyar lebih sete3lah pembahasan disepakati bertambah menjadi Rp 1,3 triliun lebih.

Belanja sebelum pembahasan Rp 1.1 triliun lebih setelah pembahasan disepakati bertambah menjadi Rp 1.4 triliun lebih.Dari jabaran pendapatn dan belanja,surplus atau defisit sebelum pembahasan sebesar Rp 122 milyar lebih,saat pembahasan berkurang menjadi Rp 29 milyar lebih,sehingga masih terjadi defisit sebesar Rp 92,6 milyar lebih.Adapun rincian belanja pada masing-masing perangkat daerah yang telah dibahas antara Banggar dengan TPAD Tanah Datar yang tertuang dalam laporan hasil pembicaraan bersama setebal 28 halaman,ujar Irman Seusai Irman menyampaikan laporang Banggar sidangf dilanjutkan dengan penyampaian pendapat  dari 9  Fraksi yang diawali oleh Fraksi PKS dengan juru bicara Istiglal, Fraksi Demokrat dengan juru bicara Dona, Fraksi PPP dengan juru bicra Arianto, Fraksi Golkar dengan juru bicara Syamsuk Bahri, Fraksi PDIP dengan juru bicara Asrul Jusan , Fraksi Bintang Nasden dengan juru bijara  Rasman,Fraksi PAN dengan juru bicara Benni remon ,Fraksi Hanura dengan juru bicara Adrizson Dt,Perpatih dan Fraksi Gerinda dengan juru bicara  Afrizal Moetwa.

Fraksi PDIP dan Nasden  menerima Ranperda tersebut untuk dijadikan Perda dengan bebrapa catatan. Sedangkan Fraksi Demokrat dan Golkar tidak menerima. Hanura dan Gerinda  bersikap tidak menerima dan juga tidak menolak.

Pimpinan DPRD Anton Yondra  dengan terjadinya  adanya fraksi yang menbolak dan juga ada yang menerima memutuskan untuk  melakukan  melakukan rapat khusus pimpinan fraksi yang dilanjutkan seusai Shalat Magrib dengan alasan, telah kita dengar adanya pandangan fraksi –fraksi  yang mempertanyakan  tentang rencana pembangunan  Lapangan Cindua Mato, Pembangunan lahan Parkir, Pengadaan mubiler perpustakaan yang sedang dibangun dan bebrapa kegiatan lainnya yang tidak merupakan skala prioritas.fraksi-fraksi yang ada di DPRD menginginkan program pembangunan bukan bersifat serimonial saja yang diharapkan program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah  betul-betul yang bermanfaat untuk kepentingan masyarkat, ungkap Anton Yondra.

Seusai Shalat Magrib Sidang Paripurna dilanjutkan  yang dipimpin langsung oleh Ketua DPPRD Anton Yondra .Pada kesempatan tersebut dia menyampaikan  bahwa telah di peroleh kesepakan untuk menyetujui Ranperda APBD Tahun 2019 menjadi Perda  AP{BD Kabupaten Tanah Datar tahun 2019 dengan catatan khusus agar disempurnakan yang tertuang dalam berita acara ,seperti penundaan atau pembatalan rencana pembangunan Lapngan Cindua Mato karena belum ada presentasi dan penyampaian Detail Engineering Detail (DED) oleh dinas terkait kepada DPRD,pembangunan lahan parkir dan pengadaan mobiler perpustakaan .

“Kita telah lakukan rapat khusus bersama ketua fraksi dan diperoleh kesepakatan 6 fraksi menyatakan menerima termasuk fraksi Golkar dan 3 Fraksi lainnya menyatakan tidak menolak dan tidak menerima ,namun sesuai dengan peraturan yang berlaku  Ranperda  sudah bisa dijadikan Perda yang tertuang dalam berita acara  yang akan ditandatangai pimpinan DPRD bersama Bupati,’ujar Anton Yondra

Seusai Penandatangai berita Acara Kesepakantan Bupati Irdinansyah Tarmizi  mengucapkan terima kasih  kepada seluruh anggota DPRD  yang telah bekerja keras bersama TPAD dalam membahas Renperda ini sampai bisa melahirkan Perda.

“Saya mohon maaf kalau selama pembahasan ada hal-hal yang kurang berkenaan sehingga pembahasan ini menjadi alot,semua ini adalah untuk kebaikan kita bersama .dengan adanya pembahasan sangat alot ini  akan melahirkan program-program  yang berpihak untuk kemaslahatan dan kesejahteraan  masyarakat Tanah Datar,”ujar Irdinansyah Tarmizi ** Jum

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.