Bukitinggi, Editor.- Pelasaknaan Revitalisasi kawasan jam gadang Bukittinggi berdampak pada omset pedagang setempat menjadi onjlok 80% persen. Akibatnya pedagang mengeluh, terutama pedagang korban kebakaran pusat pertokoan pasar atas oktober 2017 lalu. Mereka seperti sudah jatuh ditimpa tangga pula. Tempat penampungan tidak memadai,selain kecil juga sempit dan pengab,mebuat pengunjung bukittinggi enggan berbelanja ke tempat penampungan itu.

Keluhan yang sama di rasakan pedagang di sepanjang jalan minangkabau dan pedagang di aurkuning yang merupakan pusat pedagang grosir terbesar di Sumatera Barat, bahkan pasar Aurkuning ini di kenal sebagai Tanah Abang Dua di Sumbar, Riau, Sumut dan Aceh.

Yenni salah seorang pedagang pakaian remaja dalam percakapan dengan media ini mengatajan,sejak pelaksanaan revitalisasi kawasan jam gadang pengunjung kota Bukittinggi menurun tajam.

Ditambah lagi pembangunan kembali pusat pertokoan Pasar Atas yang terbakar Oktober 2017 lalu juga baru dimulai, membuat wisatawan domestik dan mancanegara  enggan berkunjung he Bukittinggi.

Sementara pedagang korban kebakaran berjualan tidak ditempat yang  memadai, menambah kompleknya  penyebab anjloknya omset pedagang.

Pedagang di pasar atas tidak juali beli,bagaimana mereka akan berbelanja ke Aurkuning ini, tambah Yenni.

Sementara H.Wen yang berjualan di jalan Minangkabau juga mengaku setiap bulan harus menutup ketekoran sewa atau kontrak tokonua antara Rp 2.000.000,- sampai Rp 2.500.000,- setiap bulannya.

Ini akibat pengunjung ke Bukittinggi menurun dan penyebebabnua kami kira akibat revitalisasi kawasan jam gadang,karena kawasan jam gadang itu di tutup tentu wisatawan malas berkunjung ke bukittinggi, padahal jam Gadang itu adalah ikonnya Bukittinggi.

Kami di jalan Minangkabau yang agak strategis letaknya, tidak jual beli setiap hari, apalagi mereka yang dipenampungan itu, ujar.

Semakin lama pelaksanaan revitalisasi kawasan jam gadang dan pembangunan kembali pusat pertokoan pasar atas, semakin lama pula  kami menderita dan bayangan  gulung tikar sudah di ambang mata, tambahnya.

Pimpinan kegiatan Revitalisasi kawasan Jam Gadang dan pelaksana kegiatan di lapangan yang akan dikonfirmasi kemaren tidak berhasil ditemui. ** Yus.

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.