TOPIKINI.COM – Forum Komunitas Sumatera Barat beserta Nurani Perempuan Womens Crisis Center ( NPWCC ), dengan menggunakan baju adat, Sabtu siang (08/12/2018) melalukan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terahadap Perempuan tahun 2018. Dalam orasinya mereka mendesak pengesahaan RUU panghapusan kekerasan seksual, terutama terhadap perempuan.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan tahun 2018 ini, di lakukan oleh puluhan kaum ibu-ibu. Mereka longmarch di mulai dari jembatan Siti Nurbaya dan finish di jalan Gereja tepatnya di monument tugu gempa.

Pada tahun 2018 ini di Sumatrae Barat telah tercatat 44 kasus pendampingan korban perempuan, 19 kasus kekerasan seksual dan 27 kasus kekerasan dalam rumah tangga. NPWCC bisa memastikan, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, nantinya benar-benar bisa memberikan perlindungan dan memastikan pemulihan korban menjadi lebih baik.

“Kita tau semua bahwa pada tahun 2019 nanti akan ada pergantian presiden, maka kami tidak mau ini nantinya akan dimulai lagi dari awal, dan kami berharap RUU itu bisa disahkan segera menjadi Undang-undang, dan pemerintahpun merasakan susahnya dalam menadampingi korban dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual tersebut,” kata Fenny Mardian, koordinator aksi.

Para kaum ibu-ibu ini juga mengikutsertakan para korban kekerasan seksual. Selain itu mereka juga melakukan aksi teatrikal dan membaca puisi. Selama ini korban tidak mendapatkan dukungan dari lingkungan sosial, karena masih adanya oknum aparat penegak hukum yang tidak berpihak pada korban dan belum tersedianya anggaran untuk pemulihan korban.(Erizal)


Sumber: topikini.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.