Buya Zulhamdi Lc
Ketua MUI Kota Padang Panjang
Pasbana.com --- Rasulullah menemukan sebutir kurma di atas tempat tidur beliau, awalnya beliau ingin memakannya, tapi keinginan ini batal dilaksanakan, dan beliau berkata,  " Saya khawatir kurma ini adalah kurma sedekah (bukan untuk nabi)."

Boleh jadi itu bukan kurma sedekah, tapi Raso jo pareso menghalangi beliau...

Abu Bakar, sahabat nabi diundang ke sebuah jamuan, selesai makan, tuan rumah memberitahu, bahwa makanan itu adalah hasil dari upah meramal, padahal dia bukan tukang ramal, tapi berpura-pura jadi tukang ramal.

Mendengar hal itu, Abu Bakar langsung memasukkan jarinya ke kerongkongan, sehingga beliau memuntahkan makanan yang baru dimakan.

Yang bersalah adalah tuan rumah, bukan Abu Bakar, tapi raso jo pareso seorang sahabat pilihan, khalifah Islam pertama mendorong dia untuk memuntahkan.

Raso dibao naik pareso di bao turun adalah kehati-hatian. Dalam kitab alim ulama diistilahkan juga dengan wara'.

Wara' ( kehati-hatian ) sangat diperlukan dalam hal yang masih samar/ abu abu. Hal antara halal haram, diantara boleh tidak boleh, baik buruk.

Semua kita telah dan akan terus dihadapkan pada kondisi menentukan pilihan. Maka perhatikanlah pituah adat, ajaran nabi ini ;

Raso jo pareso, mungkin jo patuik
Kunyah kunyah sabalun dilulua,
Gamak gamak sabalun dilapehkan

Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.