Pariaman Editor  – Proyek pelebaran jalan di Kota Pariaman  yang dikerjakan PT. KSO Bangun Jaya – Bunga Mas jadi polemik karena proges yang seharus sudah 70 % baru  selesai33 %. Selain itu terkesan amburadul dan dikerjakan asal jadi.

“Tersebab hal itu, kami sudah dua kali di panggil oleh ketua DPRD kota Pariaman akibat lambat  pengerjaannya oleh PT. KSO yang beralamat di Kayu Tanam, kabupten padang pariaman memenang proyek yang tidak profesional ini,’’ jelas Hendra. ST, pengawas dari Dinas Tata Ruang Kota Pariaman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/11) yang mengaku  Dinas PU dan Tata Ruang  hanya menerima dari hasil terder terder yang dilakukan pokja yang memenangkan proyek tahun 2018.

Saat di konfirmasi manager PT KSO, Deni via hp nomor 0813-6394-0…  yang dihubungi Hendra, bersama tim LSM   dan rekan rekan wartawan, tidak mau menjawab panggilan tepeon meski hubungan tersambung.

Kepada Dinas PUPR Kota Pariaman, melalui Bidang Bina Margam Mulyawan yang ditemu juga mengaku telah melakukan sidak bersama tim ke lokasi proyek terkait pekerjaan yang terindikasi cacat mutu itu dan   memerintahkan untuk membongkar pekerjaan yang disinyalir tidak memenuhi spek tersebut.

“Kita terima semua laporan dan masukan dari rekan-rekan media, dan sudah turun meninjau pekerjaan terkait persoalan yang dilaporkan. Hasilnya ya, kita suruh bongkar timbunan yang berlumpur tersebut diganti dengan yang baru. Cobalah cek ke lapangan,” papar Mulyawan  pada Editor.

Menurut dia,  pekerjaan dengan nomor kontrak : 07/SPP.BM/DPU.PRM-2018, yang memiliki pagu Rp. 7.938.098.000 ini diketahui telah mendapatkan SP1 dari pihak Dinas PUPR.

“Rekanan sudah menerima SP1, nanti akan kita berikan SP2 kalau memang ada kesalahan lain yang terjadi di lapangan. Pekerjaan yang tidak memenuhi spek tidak akan kita bayar dan bongkar. Karena untuk pengerjaan coran K250 harus menggunakan redimix,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, khusus untuk proyek dengan judul Peningkatan Jalan 2 Ruas, yang dikerjakan KSO PT. Bangun Jaya – PT. Bunga Mas ini akan kita kawal pengerjaannya. Karena kurenah kontraktor yang tidak professional, kita akan lakukan koordinasi dengan kejaksaan agar melakukan tindakan terkait penyimpangan pekerjaan yang terindikasi di luar lajur. Jika tidak ada tindakan, akan dibuat laporan resmi ke penegak hukum. ** Afridon

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.