Foto Ilustrasi

Payakumbuh - Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Payakumbuh Menyebutkan sampai tahun 2018, terdapat 82 orang yang menderita HIV/AIDS (ODHA). Angka ini meningkat 8 orang dari tahun 2017 yang hanya 74 orang. 

Mayoritas, penderita HIV/AIDS ini dari pelaku LGBT yang diakibatkan hubungan seksual sesama lelaki (sesama jenis-red). "Sejak kami memulai pendataan di tahun 2010, secara kumulatif hingga tahun 2017 ada 74 kasus yang ditemukan. 

Di tahun 2018 meningkat jadi 82 kasus. Rata-rata didominasi oleh kalangan remaja akibat hubungan seksual sesama jenis (homoseksual-red) yang sangat berisiko. 

Kemudian dikarenakan penyalahgunaan narkoba," ujar Sekretaris KPA Kota Payakumbuh, Fahman Rizal seperti yang dilansir Covesia.com, Senin (5/11/2018). 

Disebutkannya, jumlah penderita HIV/AIDS ini mulai meningkat tajam sejak 2014. Masa itulah fenomena LGBT mulai berkembang di Payakumbuh dan rata-rata setiap tahun penderita HIV/AIDS bertambah sekitar 6-12 orang per tahun. 

"Dulu biasanya pertahun hanya bertambah 1 atau 2 orang. Itu karena penyalahgunaan narkoba atau seks bebas. Tapi sejak ada fenomena LGBT di Payakumbuh, jumlahnya meningkat tajam. Sekitar 78 persen penderita HIV/AIDS di Kota Payakumbuh adalah pelaku LGBT," jelasnya.

Sementara itu Kadis Kesehatan Kota Payakumbuh, Elzadaswarman menuturkan dari 82 kasus temuan penderita HIV/AIDS di Kota Payakumbuh sejak tahun 2010, sebanyak 25 orang telah meninggal dunia. 
Termasuk pelaku LGBT. 

"Itu temuan yang didapatkan, sejak 2010 ada 82 kasus. Itu hasil laporan di lapangan, rumah sakit, pelacakan dan dilaporkan sendiri oleh si penderita. Selama 8 tahun ini, ada 25 orang penderita yang meninggal dunia," ungkap Elzadaswarman.

Bagi penderita HIV/AIDS yang berdomisili di Payakumbuh, dilakukan pelayanan dan edukasi agar bisa tetap hidup seperti masyarakat normal tetapi tidak menyebarkan virus ke orang lain. 

"Mereka itu terjangkit karena kesalahan masa lalu. Jadi harus diperlakukan juga seperti masyarakat lainnya. Tapi tetap diberikan pemahaman agar virus yang menggerogoti tubuhnya tidak menyebar ke orang lain," katanya.( Ril/ Covesia)

Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.