TOPIKINI.COM – Hujan yang mengguyur kota Pariaman, seminggu terakhir, mengakibatkan terjadinya longsor. Satu orang korban tewas dan dua orang berhasil diselamatkan. Proses evakuasi berlangsung lama karena menggunakan alat seadanya .

Korban tewas bernama Sawitri, dikeluarkan dari timbunan longsor dari dalam rumahnya sekitar pukul 09.30. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal, setelah longsor menimpa rumah mereka, sekitar pukul 6 Jumat pagi. Korban kemudian dibawa kerumah sakit untuk di visum.

Sementara adik korban Sri Wahyuni dan ayah korban Sahrial berhasil diselamatkan, setelah dievakuasi warga dan petugas.

Longsor terjadi akibat hujan yang mengguyur kota Pariaman seminggu terakhir, sehingga mengakibatkan tebing dibelakang rumah korban runtuh, dan menimpa rumah korban di desa Sintuak, kecamatan Pariaman Utara kota Pariaman.

Korban tak sempat menyelamatkan diri, saat bukit yang ada dibelakang rumah tiba tiba longsor. Saat itu korban hendak ke kamar mandi untuk melaksanakan solat subuh.

Proses evakuasi yang dipimpin langsung oleh walikota Pariaman bersama warga dan petugas BPBD dan kepolisian, mengalami kesulitan, karena hanya menggunakan alat seadanya .

“Yang tertimbun longsor ada dua orang, yang satu bisa diselamatkan. Evakuasi korban cukup lama karena korban tertimbun cukup jauh, dalam satu jam baru bisa ditemukan,” ucap Genius Umar, walikota Pariaman kepada Topikini.

Warga dihimbau untuk berhati hati, mengingat masih tingginya intensitas hujan yang melanda daerah ini, serta labilnya tanah perbukitan yang berada di kota Tabuik ini.(Rafki)


Sumber: topikini.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.