Batusangkar, Editor.- Kawa Daun Tanah Datar pecahkan rekor  Museum  Rekor  Indonesia (MURI)  pada acara  akbar pembukaan  Festival Pesona Budaya Minangkabau ke III yang dilaksanakan di Istano Basa Pagaruyung Rabu (28/11). Kegiatan itu dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prasyitno lebih kurang 32 Raja-raja se Nusantara.

Dalam acara pembukaan tersebut disajikan kepada para tamu dan undangan sebanyak 4.000 sayak  (batok kelapa)  yang telah dibersihkan dari serat sabut yang melekat berisi air daun kawa panas untuk diminum secara massal.

Kawa Daun adalah  daun kopi yang dikeringkan (disangai) dan diolah menjadi minuman yang  memiliki cita rasa tersendiri, seperti kita meminum teh hangat, adapun  kawa daun mempunyai  rasa dan aroma yang khas, apalagi disajikan dalam sayak  dan diminum  saat masih hangat, dingin pun rasanya  masih  nikmat.

Minuman kawa daun saat ini  sudah menjadi kuliner khas di Tanah Datar, banyak variannya, bisa dicampur jahe dan susu. Yang mana pondok kawa daun  dapat kita  jumpai. di sepanjang jalur Batusangkar-Tabek Patah. Dan juga disepanjang jalan  Pariangan –Batusangkar yang didampingi dengan berbagai jenis gorengang.

Sertifikat Rekor Muri tersebut diterima langsung oleh Bupati Tanah datar Irdinansyah Tarmizi yang diserahkan oleh Yudhi salah seorang pimpinan pada MURI dan disaksikan oleh Gebernur  Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Bupati Irdinansyah Tarmizi usai menerima sertifikat Muri tersebut  menyatakan.Rekor MURI bagi Tanah Datar  sudah  yang kedua kalinya  diterima pada  ajang Festival Pesona Budaya Minangkabau ini.yang mana pada tahun 2017 Tanah Datar juga telah mendapatkan sertifikat dari MURI yaitu arak-arakan jamba sebanyak 1.111 jamba yang datang dari 75 nagari se-Kabupaten Tanah Datar pada perhelatan yang sama..

Walau arak-arakan jamba tahun lalu sudah berhasil dilampaui rekor MURI  pada tahun ini, arakan  jamba berisi makanan khas yang berasal dari nagari-nagari  yang ada di kabupaten Tanah Datar  mencapai 1.125 jamba, sementara pada tahun lalu baru hanya  1.111 jamba. Tapi karena pada tahun ini kita  fokus pada  kawa daun , maka kenaikan jumlah jamba tidak menjadi perhatian kita . Kedepan kita berharap, FPBM tetap masuk ke dalam iven Kementerian Pariwisata RI .ujar  Bupati.

Festival Pesona Budaya Minangkabau tahun  2018 juga  dirangkai dengan  kegiatan kebudayaan, bisnis, dan pariwisata. Pada acara pembukaan pengunjung Istano Pagaruyung dibuat takjub oleh penampilan tari kolosal dan arak-arakan 1.125 jamba sebagai menu makan siang bagi semua tamu yang datang.

Festival Pesona Budaya Minangkabau tahun 2018 ini  akan disemarakkan dengan berbagai kegiatan. Di antaranya pawai budaya Minangkabau yang didukung provinsi tetangga dan negeri jiran Malaysia, Pagaruyuang Ekspo, pameran benda-benda pusaka kesultanan Nusantara, pagelaran seni, fashion show authentic Minangkabau, alek pacu jawi, dan pasar tempo doeloe di Komplek Benteng Ford Van der Capellen.Festival Pesona Budaya Minangkabau  tahun 2018  pelaksanaannya bersamaan dengan Festival Keraton Nusantara XII yang diikuti puluhan kerajaan dan kesultanan yang ada di Indonesia.

Kegiatan ini secara resmi dibuka Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dan turut dihadiri Sekjen Forum Komunikasi dan Informasi Keraton se-Indonesia Kanjeng Ratu Ayu Koes Indriyah, Komjen Pol. M. Iriawan Sestama Lemhanas, Asisten Deputi Kemenpar RI Raseno Arya, Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Para Raja, Permaisuri, dan Putra Mahkota kerajaan, kesultanan dan keraton yang ada di Indonesia serta pejabat daerah yang ada di Sumatera Barat ** Jum

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.