Singkarak, Editor.- Bupati Kabupaten Solok, Sumatera Barat, H. Gusmal, SE, MM menyebutkan, Tour de Singkarak tahun ini, mlewati Kabupaten Solok sebanyak tiga kali. Dari sekian banyak etape, okasi terbaik ada di Kabupaten Solok.

“Start di dermaga Singkarak dilaksanakan karena kawasan ini memiliki keindahan danau yang luar biasa, sehinnga nama Singkarak disematkan di iven berkelas Internasional ini,” kata Gusmal saat memberi sambutan pada Start Etape III Tour de Singkarak 2018 di Dermaga Singkarak,  Selasa pagi (6/11).

Gusmal berharap, pada penyelenggaraan di tahun berikut, rute yang melintasi Kabupaten Solok akan lebih banyak lagi. Jika memungkin di seluruh tempat, agar dapat lebih banyak dinikmati oleh masyarakat.

Untuk memberi kesan berbeda kepada seluruh pembalap dan official team, Pemerintah setempat sebelum start dimulai, menyempatkan memberikan cindera mata berupa produk kopi Solok dan kerajinan tangan.

Etape III start pada pukul 10.00 WIB di Dermaga Singkarak dan finish di Istano Basa Pagaruyuang, Kabupaten Tanah Datar pada pukul 13.41 WIB. Seluruh pembalap yang tersisa, diyakini tidak hanya berpacu menjadi yang tercepat. Namun, juga akan berpacu menikmati suguhan keindahan alam Danau Singkarak.

Selain merupakan objek wisata potensial Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Danau Singkarak yang juga sudah menjadi ikon dari sport tourism Tour de Singkarak, setiap tahun, angka kunjungan wisatawannya ini terus meningkat.

Tidak hanya itu saja, dimasing-masing titik atau rute yang dilintasi seperti di, Saniang Baka, Batu Taba, Simpang Kubu Karambia, Simabur, Pasar Batusangkar, Gedung Indojalito dan Gedung Nasional, juga menawarkan keindahan dan kearifan lokal yang beragam.

Di Etape ke III yang hanya diikuti 95 pebalap ini, lantaran pada etape sebelumnya, ada Dua pembalap yang tidak ikut start, Lima pembalap keluar ditengah jalannya perlombaan dan, Dua pembalap lagi didiskualifikasi.

Dua titik King Of Mountain yang terdapat di kawasan Malalo dan Batipuh, serta Tiga titik sprint masing-masing di Malalo, Batipuh dan terakhir di Pagaruyuang, menjadi rintangan yang harus dilalui setiap pembalap. Mereka akan beradu cepat dan kuat untuk menyabet gelar raja sprint dan raja tanjakan di etape ini. ** Roni Akhyar/Rel

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.