Sawahlunto - Komitmen Pemerintah Daerah untuk mendukung implementasi Program JKN-KIS di wilayah kerjanya merupakan wujud nyata dukungan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Regulasi yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah dalam rangka pencapaian peningkatan kesejahteraan masyarakat sangat diharapkan khususnya kaitannya dengan kepesertaan Program JKN-KIS.

Program ini menjadi sangat penting, karena ketika masyarakat sudah terdaftar sebagai peserta, resiko biaya kesehatan yang timbul akibat pemanfaatan di fasilitas kesehatan sudah beralih menjadi resiko pihak ketiga. Sehingga peserta sudah tidak dipusingkan lagi dengan biaya pelayanan kesehatan yang semakin tinggi.

Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Rekrutmen Peserta JKN untuk mendukung terwujudnya Universal Health Coverage (UHC) 1 Januari 2019 di Kota Sawahlunto, Senin (5/11).

Rapat yang diketuai Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rofanly Abdam, membahas secara khusus tentang progres pencapaian kepesertaan Program JKN-KIS di Kota Sawahlunto. Turut diundang dan hadir pada acara tersebut, Assiten 1 Bidang Administrasi Pemerintahan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Disnas Kependudukan dan Catatan Sipil, Inspektorat, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas kesehatan pengendalian penduduk dan keluarga berencana serta Kepala BPJS Kesehatan Kota Sawahlunto. 

Dalam kesempatan ini Rofanly Abdam menyampaikan komitmen Pemerintah Daerah Kota Sawahlunto untuk mendaftarkan seluruh Masyarakat Kota Sawahlunto menjadi peserta Program JKN-KIS per 1 November 2018. Hal ini sesuai dengan salah satu visi dan misi Walikota Sawahlunto yaitu mendaftarkan seluruh penduduk Kota Sawahlunto ke dalam Program JKN-KIS sebelum Tahun 2019 dan sesuai dengan Roadmap Perluasan Kepesertaan Jaminan Kesehatan Menuju Universal Health Coverage (UHC) 2018.

Penandatangan Perjanjian Kerjasama Universal Health Coverage (UHC) Kota Sawahlunto Tahun 2018 direncanakan pada tanggal 10 November 2018 yang bertepatan dengan hari pahlawan atau pada tanggal 12 November 2018 yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ujar Rofanly Abdam.

Rofanly Abdam menyampaikan bahwa Komitmen Pemerintah Daerah untuk UHC pada November 2018 tidak lain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di Kota Sawahlunto. Rofanly Abdam mengatakan bahwa ketika sakit, masyarakat tidak terbebani oleh biaya pelayanan kesehatan yang diperlukan.

Rofanly Abdam juga menyampaikan bahwa untuk dapat merealisasikan UHC pada November 2018, pemerintah daerah meminta dukungan kepada seluruh OPD terkait, termasuk yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan baik itu di tingkat Puskesmas atau Rumah Sakit untuk melakukan perbaikan-perbaikan secara bertahap demi menjaga kualitas layanan kepada peserta JKN-KIS.

Capaian peserta sesuai dengan out put Aplikasi Business Intellegence (BI) BPJS Kesehatan Cabang Solok, untuk Kota Sawahlunto jumlah peserta sudah mencapai angka 85,67% dari total jumlah penduduk, sisanya sebanyak 14, 77% masih belum menjadi peserta JKN-KIS dan untuk itu kami mohon dukungan dari Pemerintah Kota Sawahlunto berakaitan dengan target pencapaian UHC 2019,” ujar Ratna Sarry Wibowo Kepala BPJS Kesehatan Kota Sawahlunto

Saat ini Dari total 33.595 Jiwa Penduduk yang belum terfdaftar (Data Pendataan Dinsos), setelah dilakukan penyandingan data oleh BPJS Kesehatan dengan Master File BPJS Kesehatan sebanyak 19.795 sudah terdaftar dan 13.800 belum terdaftar. Data masyarakat yang belum terdaftar (13.800) akan diserahkan lagi ke Dinas Sosial untuk dilakukan pendataan ulang lagi ke lapangan dengan rentang waktu pendataan dari tanggal 15 Okt s.d 20 Okt 2018 selanjutnya hasil pendataan ulang akan di input BPJS Kesehata sebelum tanggal cut off bulan Oktober 2018. (Nal)

Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.