Warga dan Petugas BKSDA amankan buaya dari sungai dekat pemukiman ( foto : istimewa)

Pasaman Barat - Pascabanjir bandang yang terjadi di Pasaman Barat (Pasbar), warga menemukan beberapa ekor buaya di pemukiman.

Antisipasi hal tak di inginkan, warga dan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Pasaman, berhasil mengamankan satu dari beberapa ekor buaya di Sungai Batang Bayang Kecamatan Lembang Melintang.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang resah akibat munculnya buaya-buaya Muara di sejumlah titik di aliran sungai batang bayang. 

"Benar, munculnya buaya muara tersebut, tentu mencemaskan warga, karena bisa saja buaya itu menyerang dan membahayakan keselamatan warga. Untuk itu kami dari BKSDM langsung kelokasi dan mengamankan satu ekor buaya", tutur salah seorang tim Balai Sumber Daya Alam Resor Pasaman Rully Permana kepada awak media.

Ia mengatakan, ada sekitar lima ekor buaya yang diduga muncul ke permukaan dan menampakkan diri.

Penangkapan buaya tersebut pada Rabu 17 Oktober 2018 sekira 13.25 WIB. Buaya dewasa dengan panjang 2,5 meter itu sudah dibawa ke tempat penangkaran di Taman Kota, Pasaman Barat Padang Tujuh, sebelum kemudian dilepas kembali ke habitat aslinya.

Untuk mengantisipasi empat ekor buaya tersebut, BKSDA Pasaman dan warga saat ini masih melakukan perburuan dan memasang plang tanda bahaya di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi tempat berjemurnya buaya-buaya muara tersebut.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai, untuk tidak mendekati area tempat bertelur, sarang dan tempat berjemurnya buaya-buaya tersebut.

Selain itu, ia menganjurkan untuk memasang jaring dengan radius 50 meter ke arah hulu dan hilir sungai, guna mencegah buaya itu mendekat. Jaring ini, merupakan perimeter pembatas gerak satwa.

“Walau sudah ada plang pemberitahuan, kami juga mengimbau kepada warga untuk selalu waspada, dan segera melaporkan ke kita jika melihat adanya buaya itu,” katanya.

Menangapi hal itu, Bupati Pasaman Barat Syahiran, melalui Kabag Humas Yosmadifia juga mehimbau kepada warga agar tetap waspada, apalagi saat ini Pasbar dalam kondisi banjir. sakwa-sakwa berkemungkinan akan keluar di habitatnya.

"Untuk itu, mari kita tetap waspada, bila ada informasi tentang sakwa berbahaya. Harap dilaporkan kepada petugas terdekat",katanya. (Sumber: haluan)

Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.