Para peserta dengarkan arahan Gubernur Sumbar. Foto: Hendra
Padang - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat apresiasi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman yang telah menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau dikenal dengan nama Online Single Submission (OSS).

Hal itu terungkap pada acara Forum Investasi Sumbar di Hotel Bumiminang, Senin (29/10). Turut hadir pada acara tersebut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan narasumber dari BKPM RI.

"Padangpariaman telah aktif dan menindakjuti webform di OSS. Bahkan ada inovasi Papa Joss (Padangpariaman Jemput OSS). Saya kira ini bisa direplika oleh daerah lain," ungkap Kepala DPMPTSP Sumbar, Maswar Dedi.

Maswar Dedi menyampaikan bahwa Forum Inventasi diselenggarakan untuk menerima masukan dan persamaan persepsi serta mencarikan solusi terhadap investasi di Sumbar. Adapun peserta terdiri dari DPMPSTP se-Sumbar, pengusaha, IKM dan dari kalangan akademisi

Gubernur Irwan Prayitno menyatakan, investasi sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah, meningkatkan pendapatan, mengurangi kemiskinan dan membukan lapangan pekerjaan. Karena APBD Sumbar sangat terbatas begitu juga dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dominan berasal dari pajak dan retribusi.

"Butuh pihak swasta untuk mengerakkan ekonomi kita karena dana DAU, DAK atau lainnya, sangat terbatas. Investasi pihak swasta akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujar Irwan.

Guna memacu inventasi, sambung gubernur, seluruh stakeholders harus memiliki komitmen untuk kemudahan berusaha dalam pelayanan perizinan. Jangan sampai nanti ada investor yang mengeluh adanya proses yang tidak transparan, berbelit-belit dan memakan waktu yang lama.

"Tidak ada alasan untuk mempersulit perizinan. Sudah menjadi semangat nasional untuk pertumbuhan investasi sebagaimana disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo," kata gubernur dua periode itu.

Jika ada persyaratan investor yang kurang lengkap, kata Irwan, maka harus ada pro aktif dari kedua belah pihak untuk saling berkomunikasi melalui surat, email atau hubungi dengan cepat.

Kepala DPMPTP Padangpariaman Hendra Aswara mengatakan Forum Investasi sebagai wadah pertemuan antara pemerintah dengan kalangan pelaku usaha. Tahun ini, kata Hendra, pihaknya menargetkan investasi sebesar Rp200 miliar dengan menawarkan kemudahan dalam pelayanan.

Seperti inovasi Ajep Papa di Padangpariaman yang mana petugas perizinan akan mengantar dan menjemput proses perizinan dengan biaya gratis.

"Sehingga pelaku usaha bisa menunggu di rumah hingga proses selesai. Kemudian untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), ada inovasi Papa Joss di mana petugas perizinan akan melakukan pendampingan untuk menerbitkan NIB," kata dia.

Pihaknya, tandas Hendra, selalu membentangkan karpet merah untuk investor, perizinan yang cepat, jemput bola, akuntabel dan tanpa pungli di kabupaten Padangpariaman. (Tim)

Sumber: Pariamantoday.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.