Padangpanjang - Tanggal 1 Oktober 2018, genap lima tahun pasangan Walikota dan Wakil Walikota Padangpanjang H.Hendri Arnis, BSBA dan dr. H. Mawardi, MKM mengabdikan diri sebagai kepala daerah di kota berjuluk Serambi Mekah itu. Sejak dilantik oleh Gubernur Sumatera Barat atas nama Presiden Republik Indonesia di Gedung DPRD Kota Padangpanjang tanggal 1 Oktober 2013 silam.

Lima tahun, waktu yang terbilang singkat untuk sebuah pengabdian. Tetapi, bagi pasangan Hendri Arnis dan Mawardi, komitmen untuk membangunan tanah kelahiran begitu menggebu-gebu, meskipun berbagai persoalan selalu hinggap dalam sebuah kebijakan.

Hendri Arnis, sosok pemuda cerdas yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Tanah Datar periode 2010-2015, meskipun tidak menghabiskan pengabdiannya di Luhak Nan Tuo bersama Shadiq Pasadigoe. Tahun 2012, Hendri Arnis memilih maju pada Pilkada Kota Padangpanjang berpasangan dengan dr. Mawardi, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan di kota setempat.
Berbekal pengalaman selama mengenyam pendidikan di Amerika, Hendri Arnis bersama Mawardi mencoba memadupadamkan berbagai persoalan dengan solusi yang cerdas, tepat dan bermanfaat bagi masyarakat, termasuk dalam menjawab tantangan untuk mewujudkan pembangunan Pasar Pusat Padangpanjang yang lama terkatung-katung.



Meskipun harus melakukan bongkar pasang kabinet kerja, Hendri Arnis yakin dengan kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) kota setempat untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, peningkatan ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat dengan sistem gerak cepat dan terstrukturisasi.

“Awal saya menjabat sebagai Wali Kota Padangpanjang, saya bingung apa yang harus saya mulai duluan. Apakah membenahi ekonomi masyarakat dengan membangun pasar dan menggenjot pembangunan lainnya, atau merombak kabinet kerja untuk mendapatkan target yang kita inginkan. Apalagi, dalam sistem kebijakan anggaran, semua telah terprogram dan terinci, sehingga sangat sulit untuk melakukan perombakan-perombakan anggaran,” cerita Hendri Arnis jelang akhir pengabdiannya di Kota Padangpanjang.

Tetapi, lanjutnya, dengan dukungan ASN dan kebijakan anggaran di lembaga DPRD, berbagai impian yang diinginkan oleh masyarakat bisa dilaksanakan pada tahun kedua kepemimpinnya. Salah satunya menyediakan anggaran pembangunan Pasar Pusat Padangpanjang dan Islamic Center melalui APBD tahun jamak.

“Memutuskan kontrak kerjasama dengan investor lama dan menganggarakan pembangunan dengan dana APBD, bukanlah pekerjaan mudah. Pemko harus menempuh jalur hukum, kita mesti pasang badan dan hasilnya sudah bisa kita lihat sekarang ini, bangunan pasar telah berdiri dengan megah dan sekarang tinggal menyiapkan mekanisme pedagang untuk menempati lokasi pasar,” jelasnya.



Diuraikannya, selain pembangunan Pasar Padangpanjang dan Islamic Center yang menyedot anggaran besar, sejumlah pembangunan lainnya juga tetap harus berjalan untuk kesinambungan pembangunan, seperti pembangunan gedung UGD RSUD Padangpanjang, revitalisasi pemandian Lubuk Mata Kucing, revitalisasi PDIKM, pembangunan SMPN 6 Padangpanjang, penambahan fasilitas bermain anak-anak serta pembangunan Rusunawa untuk tempat hunian masyarakat ekonomi menengah kebawah.

“Alhamdulilah, semua itu bisa kita laksanakan dengan baik dan telah selesai sebelum masa jabatan saya bersama pak Mawardi berakhir, termasuk juga menerapkan kebijakan cashless atau traksaksi non tunai terhadap keuangan pemerintah daerah dan penerapan rasionalisasi Tunjungan Tambahan Penghasilan (TPP) bagi PNS, Padangpanjang termasuk yang pertama menerapkannya di Sumatera Barat. Semua itu juga tidak terlepas dari kerjasama seluruh stakeholder dan pemangku kebijakan,” sebut Hendri Arnis.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Wali Kota dr. H. Mawardi, MKM, sosok dokter panutan masyarakat itu tetap komit menjalankan roda pemerintahan hingga akhir masa pengabdiannya sebagai Wakil Wali Kota Padangpanjang periode 2013-2018.

“Menjadi pemimpin itu tidak mudah, banyak cobaan dan kritikan yang datang menghampiri. Apalagi sebagai wakil kepala daerah, yang bertugas mengawasi roda pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah. Tetapi, saya masih bersyukur ada teman-teman yang selalu memberikan support, sehingga bisa menuntaskan pengabdian hingga akhir,” sebut Mawardi.

Mawardi juga menyampaikan, selama masa kepemimpinan bersama H. Hendri Arnis, BSBA, selain bisa wewujudkan impian masyarakat dengan berbagai program pembangunan, juga telah mampu meraih beragam prestasi baik ditingkat Sumbar maupun Nasional.



“Semoga kerjasama yang sudah dilaksanakan meningkatkan sinergi dan partisipasi semua pelaku birokrasi, legislasi dan yudikasi. Semoga apa yang telah terwujud dapat segera bermanfaat bagi masyarakat. Kepada warga Padangpanjang, saya minta maaf yang ikhlas jika semua harapan tidak terpenuhi, apalagi jika ada kekhilafan baik yang disengaja atau tidak disengaja, jayalah selalu Padangpanjang,” ungkap Mawardi.

Dari sederet prestasi yang telah diukir oleh pasangan H. Hendri Arnis, BSBA dan dr. H. Mawardi,  MKM, selain menjadi daerah langganan penerima Piala Adipura dan Wahana Tata Nugraha tingkat Nasional, Kota Padangpanjang juga telah beberapa kali meraih Kota Layak Anak, penghargaan UHC yang diserahkan oleh Presiden Joko Widodo, penghargaan Best Smart City dan penghargaan bidang kesehatan Pastika Awya Pariwara dari Kementerian Kesehatan RI.

Untuk tingkat Sumatera Barat, Kota Padangpanjang juga berhasil membukukan penghargaan diantaranya,  Opini Wajar Tanpa Pengecalian (WTP) terhadap laporan keuangan daerah, Juara Umum Jambore PKK tingkat Sumbar, Wali kota Padangpanjang Hendri Arnis dinobatkan sebagai Ayah GeNre, penilaian Kelurahan Berprestasi Tingkat Sumbar, termasuk juga prestasi bidang pendidikan yang selalu menempatkan Padangpanjang sebagai daerah langganan prestasi. (adv)


Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.