Solok, Editor.-  Hidup sehat dan bersih mestinya menjadi budaya masyarakat di tengah sebuah pemukinan yang asri. Untuk menciptakan budaya itu, salah satu polanya adalah dengan mengajak warga agar  tidak membuang air besar sembarangan.

Guna mewujudkan prilaku bersih itu, Kekurahan Nan Balimo, Kecamatan Lubuak Sikarah, Kota Solok  melaksanakan Sosialisasi Bebas Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS) di Aula Kantor Lurah setempat, Rabu (10/10).

Dibuka Sekretaris Lurah Nan Balimo Rahman Hidayu, S.Ip, kegiatan Sosialisasi  Stop BABS juga dihadiri Ketua LPMK, Ketua RT dan RW, Bundo Kanduang, PKK, Tokoh Masyarakat serta warga yang belum memiliki MCK (Mandi Cuci Kakus (MCK) dikediamannya.

Sekretaris Lurah Nan Balimo Rahman Hidayu mengatakan,  kegiatan sosialisasi merupakan salah satu kegiatan non fisik Goro Badunsanak Kelurahan Nan Balimo Tahun 2018. Masyarakat perlu tahu tentang pentingnya menjaga kesehatan yang dimulai dari diri sendiri. ” Dengan memiliki MCK yang sehat, maka lingkungan juga akan sehat,” ujarnya.

Dengan sosialisasi ini, Sekretaris Lurah berharap masyarakat akan semakin menyadari tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak melakukan BAB sembarangan.

Senada, Ketua LPMK Nan Balimo Drs. H. Suhatmi Tole mengharapkan bagi masyarakat yang kurang mampu, seyogyanya dibantu oleh Pemerintah Daerah dalam penyediaan MCK. Terutama dalam program penyediaan Septic Tank Komunal,  masyarakat kurang mampu perlu mendapat prioritas. ” Perlu kejelasan bagi masyarakat tentang program tersebut serta bagaimana dengan pengelolaan nantinya,” papar Suhatmi Tole.

Sementara itu, Herdawati, Amd.KL selaku narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Solok,  menyampaikan data tentang kondisi masyarakat Kota Solok yang masih banyak  belum memiliki MCK yang sehat.

Akibat ketidaktersesiaan MCK dirumahnya, menurut Herdawati, masih ada masyarakat yang buang air besar ke sungai. ” Kebiasaan iIni tidak baik dan sangat mencemari lingkungan. Selain itu, juga dapat menyebabkan adanya penyakit di lingkungan setempat. Kebiasaan ini harus dihentikan,” tegas Herdawati.

Menanggapi itu,  Kabid PLP Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Solok, Rini Marlina, S.St. M.Si menyampaikan bahwa jamban yang sehat tersebut harus bermuara ke Septic Tank, bukan ke sungai. Septic Tank tersebut, dalam waktu  dua tahun dan harus disedot. “Jika lebih dua tahun berarti sudah ada kebocoran dan tidak sehat lagi,” tuturnya.

Rini mengungkapkan, pihaknya (Dinas Perkim Kota Solok) juga telah melaksanakan program penyediaan Septic Tank Komunal bagi masyarakat kurang mampu. Ia berharap dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan  dan berswadaya  dalam memeliharanya.** Mempe

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.