Pasaman - Belasan Karyawan Puskesmas Cubadak Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, mendadak gelar aksi mogok kerja, Sabtu (20/10/2018).

dr. Tarigan Kepala Puskesmas Cubadak saat dikomfirmasi Awak media mengatakan, tidak ada pelayanan puskesmas cubadak yang tutup.

"Memang ada sebagian karyawan yang mogok kerja, itu pun bukan karyawan yang bertugas hari ini," sebutnya.

Sekita 08:10 sempat ada aksi sebagian karyawan puskesmas mogok kerja dan mebuat tulisan bahwa Puskesmas Cubadak tutup, tapi setelah saya samapai di Puskesmas jam 08:15 aktifitas puskesmas sudah kembali lancar.

Mengenai puskesmas tutup, dan pelayanan dihentikan adalah berita Hoax. Buktinya tadi tadi pagi jam 07:15 saya ke Puskesmas untuk memberikan pelayan kepada 3 Orang pasian yang sedang dirawat di Puskesmas.

“Namun sekitar jam 08:00 saya keluar puskesmas untuk mekakukan persiapan kerja karena dan kembali ke puskesmas sekitar jam 08:15 dan mendapati tulisan Puskesmas tutup, padahal ada 3  pasien yang sedang dirawat," katanya.

Dikatakan Tarigan, kegiatan aksi mogok mereka karena sejak bulan Juni sampai September 2018 uang jasa pelayanan mereka belum dibayarkan. Penundaan ini karena uang tersebut belum bisa dicairkan dan sekarang masih utuh di rekening Puskesmas.

“Pencairan ini ditunda karena, sarat untuk pencairan masih terkendala di kekosongan bendahara. Dimana sejak bulan  Juni kemaren Puskesmas Cubadak tidak memiliki bendahara, karena bendahara lama mengundurkan diri," sebutnya.

Sementara salah satu syarat utama pencairan itu adalah bendahara, katanya, mengenai surat surat pergantian bendahara sudah kita serahkan ke dinas, palingan seminggu lagi surat kepetusan siapa bendahara ini turun.

“Setelah kita mendapatkan siapa bendahara, baru kita cairkan dana tersebut. Serta pembayaran uang jasa kepada karyawan juga sudah bisa di cairkan," kata Tarigan.

Sementara Joneri Sekretaris dinas kesehatan mengatakan, permasalahan yang terjadi hanya masalah diskomunikasi anata atasan dan bawahan. Dima uang jasa pelayanan medis tersebut sudah masuk ke rekening puskesmas.

Tentunya untuk pencairan tersebut harus mengikut sertakan bendahara, sementara bendahara lama sudah mengundurkan diri. Hal inilah penyebab terjadinya diskomunikasi tersebut, kata Joneri setelah melihat langsung kondisi puskesmas Cubadak.

”Kita dari dinas kesehatan akan memanggil kepala puskesmas dan beberapa karyawannya, apabila benar tidak ada bendahara maka kita akan membuatkan SK bendahara baru," sebutnya.

Disebutkan, setelah meninjau lokasi langsung, ternyata mogok kerja itu hanya dilakukan beberapa orang karyawan, dan tidak ada penutupan Puskesmas, serta pelayanan disana berlangsung aman dan baik baik saja. (Gani)

Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.