Padang Panjang, Editor.-  Meski dari 4 program bangunan besar, baru masjid sebagai bangunan utama yang berdiri. Tapi Islamic Centre Padang Panjang sudah mulai banyak dapat kunjungan dari berbagai daerah di Sumbar dan luar Sumbar. Terbaru, rombongan Ibu-ibu tim qasidah dari Rengat, Riau.

Kunjungan Ibu-ibu tim qasidah dari Rengat, Riau itu menurut ketua tim, Andriyani adalah bagian dari kegiatan tour (perjalanan wisata) religi mereka ke Sumatera Barat. Kunjungan ke Islamic Centre Padang Panjang dilakukan, Minggu pagi (7/10). Daerah lain yang mereka kunjungi antaralain Kota Padang dan Bukittinggi.

Di Masjid Islamic Cente (IC) Padang Panjang, tepi jalan lingkar selatan kota, rombongan Minggu pagi itu selain tampak melihat-lihat keindahan bangunan luar masjid. Juga keindahan pemandangan alam dari lokasi IC dengan view Gunung Merapi di arah utara, Gunung Singgalang dan Tandikek di arah barat.

Berikut, lewat pintu masjid melihat keindahan ruang dalam masjid yang luas dengan loteng sayap penambah daya-tampung jemaah. Juga keindahan ornamen yang menghiasi bagian loteng masjid. Yang juga unik, ruang dalam masjid tanpa tiang penyangga untuk penahan beban loteng, atap dan gobah di atasnya.

Masjid Islamic Centre Padang Panjang yang mulai dioperasikan sejak Februari 2018 lalu oleh Bagian Kesra Setdako Padang Panjang, sudah rutin jadi tempat Shalat berjemaah lima waktu, Shalat Jumat, wirid pengajian rutin pegawai jajaran Pemko Padang Panjang, dan kegiatan muzakarah ulama kota ini.

Sejalan keaktifan kegiatan tadi dan mulai banyaknya kunjungan dari luar daerah itu, di antara warga setempat pun tampil menjual makanan ringan di dekat masjid Islamic Centre Padang Panjang itu. Aktivitas berjualan makanan-minuman itu rata-rata dilakukan setiap hari dari pagi hingga sore.

Terkait daya tampung Masjid Islamic Centre Padang Panjang yang dibangun dengan dana APBD kota itu, Kabid Perencanaan Dinas PU setempat, Nurasrizal secara terpisah menyebut sekitar 2.000  orang di ruang dalam masjid, dan sekitar 3.500 orang di lantai teras samping selatan masjid.

Sementara fasilitas tempat berwudhuk/toilet tersedia belasan unit di sisi barat masjid, dan puluhan unit di ruang bawah (Lantai-I/dasar). Pada Lantai-I juga ada basement yang luas untuk parkir kendaraan roda empat, dan sejumlah ruang untuk perkantoran. Tapi fasilitas di Lantai-I itu belum dioperasikan, karena belum siap.

Pembangunan IC Padang Panjang sesuai DED (Detail Engeneering Desaign)nya, seperti diungkap oleh Kepala Dinas PU setempat, Yas Edizarwin melalui Kabid Perencanaan, Nurasrizal, memang belum siap. Selain bangunan masjid yang belum siap, ada tiga gedung lagi dan beberapa fasilitas lain akan dibangun.

Tiga bangunan gedung lain yang akan dibangun itu, yakni gedung convention hall, gedung sosial budaya (tiga lantai) dan gedung wisma centre (tiga lantai). Fasilitas lain, miniatur kaabah dan peralatan pelatihan manasik haji lainnya, parkir outdoor, taman, jalan dan pagar komplek IC.

Catatan Editor, rencana membangun IC di Padang Panjang muncul sejak 1980-an. Pada 1988, Walikota Asril Saman mengajukan permohonan bantuan kepada Mensesneg RI, Soedarmono saat datang ke kota ini. Rencana itu mulai terialisir di era Walikota ke-15, Hendri Arnis dengan Wakilnya dr.Mawardi Samah (1 Okt’13 – 1 Okt’18).

Salah satu tokoh yang banyak menyumbang ide penyiapan konsep pembangunan IC di Padang Panjang itu adalah Fauziah Fauzan, Pimpinan Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang, yang pernah mengunjungi sejumlah Islamic Centre di luar negeri dan di tanah air.

Fauziah Fauzan, alumni S2 TI-UI Jakarta itu, menilai pembangunan Islamic Centre sesuai DED pada Dinas PU tersebut, selain akan berpotensi jadi salah satu pusat studi Islam, icon Kota Serambi Mekah dan menunjang kota pelajar. Juga jadi salah satu kekuatan baru sumber pendapatan asli daerah (PAD).** Berliano Jeyhan/Yetti Harni

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.