Kerinci, Editor.-  Tidak hanya indikasi pungutan liar beasiswa berprestasi yang terjadi di Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci. Baru-baru ini praktik pungli juga terjadi pada usulan bantuan dana PKBM dari salah satu partai politik.

Hal tersebut diungkapkan LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia, Kerinci, Joni Herman atau Jontech. Namun kali ini masalah yang sama kembali muncul. Bahkan, kata dia, kali ini tidak tanggung-tanggung, praktek tersebut disinyalir atas perintah dari orang nomor satu di dinas tersebut.

“Saya melakukan konfirmasi kepada salah satu  tangan kanan Kadis bernama M, terkait penjemputan Bantuan Aspirasi partai G,” kata Jontech.

Dikatakannya, Hasil komunikasi melalui WA, oknum berinisial M mengaku menyetorkan sejumlah uang hasil pungutan terhadap pengurus PKBM (Program Kegiatan Belajar Mengajar), dengan nilai berkisar Rp. 200. 000.- hingga Rp.600. 000/lembaga.

“Tunggu saya (M) bicarakan sama Pak Kadis, uang itu saya serahkan sama Pak Kadis Amri Suarta. Yang bayar 30 orang (PKBM), jumlahnya 7 juta, Saya serahkan sama Pak Kadis untuk beli oleh-oleh,” ungkap Jontech menirukan ucapan M.

Jontech menambahkan, menyesalkan praktek pungli ini, seharusnya Dinas Pendidikan dapat menjadi contoh bagi dinas-dinas lain.

“Kita juga mengharapkan pada pihak Partai untuk lebih selektif dalam menyalurkan bantuan yang akan diberikan, agar benar-benar mampu memberikan manfaat secara maksimal, bukan hanya sebagai lahan bisnis sekelompok orang dalam upaya memperkaya diri,” pungkasnya.

Sementara M saat dikonfirmasi tidak memberi tanggapan, padahal pesan via WA sudah dibaca. Sedangkan Kadis Pendidikan Kerinci, Amri Swarta, juga belum berhasil dikonfirmasi.** Khumaimi/Once

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.