Relawan Forum Pegiat Literasi (FPL) Padang Panjang berdiskusi di Ruang Baca Rimba Bulan, Silaiang Bawah, Padang Panjang, mempersiapkan sejumlah program kegiatan literasi di komunitas itu (Foto: Ist.)

PADANG PANJANG – Forum Pegiat Literasi (FPL) Kota Padang Panjang membantu memfasilitasi terbentuknya sebuah komunitas literasi di Kota Serambi Mekah itu.

Komunitas dimaksud bernama Ruang Baca Rimba Bulan yang digerakkan pemuda-pemuda kreatif dan beralamat di Silaiang Bawah, Kota Padang Panjang.

Koordinator FPL Padang Panjang, Muhammad Subhan, Ahad (14/10), mengatakan, Ruang Baca Rimba Bulan semacam Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang disiapkan untuk memperkuat kampung-kampung literasi yang sedang tumbuh di Kota Padang Panjang pasca kota itu dicanangkan sebagai Kota Literasi oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, 5 Mei 2018.

“Pekerjaan berat yang harus dilakukan bersama-sama pascapencanangan Padang Panjang Kota Literasi adalah membuat kota ini terus bergerak (dalam kegiatan-kegiatan literasinya),” kata Muhammad Subhan yang juga penerima Anugerah Literasi Tahun 2017 dari Pemerintah Provinsi Sumatra Barat.

Pencanangan Padang Panjang Kota Literasi digagas Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang didukung Forum Pegiat Literasi (FPL) Padang Panjang bersamaan dengan helat sastra Temu Penyair Asia Tenggara, 3-6 Mei 2018, di Padang Panjang.

Menguatkan Padang Panjang Kota Literasi itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang pada Tahun 2019 mendatang mempersiapkan sebuah kegiatan bertajuk Festival Literasi yang memperlombakan Kampung-Kampung Literasi di seluruh kelurahan di Padang Panjang.

“Harapannya, dari 16 kelurahan, minimal satu kelurahan mempunyai satu Kampung Literasi,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang, Alvi Sena, S.T., M.T., beberapa waktu lalu.

Sementara Ruang Baca Rimba Bulan digagas relawan-relawan FPL Padang Panjang dan diketuai Alvin Nur Akbar.
Rimba Bulan mengandung makna filosofis bahwa Kota Padang Panjang dikelilingi gunung, bukit dan hutan (rimba) belantara, sementara bulan disimbolkan sebagai benda alam yang menerangi malam gelap.

“Semoga kegiatan-kegiatan literasi yang digerakkan komunitas ini mampu meneroka jalan di rimba pengetahuan dan menjadi penerang di kegelapan malam,” ujar Alvin Nur Akbar yang pernah menjadi guru Sekolah Luar Biasa di salah satu kabupaten di Sumatra Barat.

Kegiatan-kegiatan di Ruang Baca Rimba Bulan, selain membuka perpustakaan untuk aktivitas membaca buku, juga disiapkan sebagai ruang diskusi untuk berbagi isu literasi.

Selain itu dibuka juga kelas-kelas kreatif untuk anak-anak yang berdomisili di sekitar Ruang Baca ini, selain mempersiapkan Kafe Literasi sebagai penunjang pergerakan komunitas.

“Semoga semakin banyak komunitas-komunitas literasi berbasis pemberdayaan masyarakat yang tumbuh dan bergerak di Padang Panjang,” tambah Alvin Nur Akbar. (rel)


Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.