Pasbar,sumbardetik.com – Kabupaten Pasaman Barat yang beberapa hari ini di guyur Curah hujan yang sangat tinggi mulai kamis (11/10) dari pukul 13.00 wib sampai dengan Sabtu (13/10) mengakibatkan  di beberapa titik dari sebelas kecamatan yang ada di Pasbar terkena dampak dan terjadi bencana alam longsor serta  banjir.

Dari kesebelas kecamatan yang mengalami musibah tersebut antara lain Kecamatan Kinali  mengalami banjir dan longsor di titik Jalan lintas batang tingkok kapunduang menyebabkan ruas jalan tertutup,dan banjir wonosari, Kecamatan Talamau Jalan raya rimbo kejahatan Nagari Talu ada tiga titik longsor, sementara di jembatan panjang nagari Talu beberapa tiang listrik rubuh atau tumbang,Sungai batang Limpato Nagari Talu air meluap dengan ketinggian air 35 cm dan menfakibatkan banjir di  jorong koto Sawah. Demikian juga Kecamatan Gunung Tuleh Jorong Kartini Nagari persiapan Muaro Kiawai Hilir mengakibatkan dua unit rumah warga tertimpa material tanah dan Pohon Sawit, dan banjir di Jorong kampung alang nagari muara kiawai dengan ketinggian air 35 cm.

Sementara di Kecamatan Pasaman ada beberapa titik banjir seperti Jambak jalur satu,empat dan jalur lima timur, depan interkom dengan ketinggian air 1,5 m Bahkan Labuh lurus Jorong Batang Saman Nagari Aia Gadang sampai jembatan direndam air dengan ketinggian mencapai 1,5 m sampai 2 m dan dua rumah warga hanyut, Sementara itu di lokasi Batang Saman yang sempat membuat arus transportasi terputus selama dua hari kini sudah mulai lancar.

Berdasarkan laporan terakhir juga di Kejorongan Tanjung Pangkal Jembatan Gantung satu-satunya sarana transportasi yang menghubungkan masyarakat di lokasi PT,Gersindo dengan Simpang Empat terputus dan mengakibatkan 2 (dua) orang hilang terbawa arus. Masyarakat di Tanjung Pangkal, Batang Saman, Koto Sawah Ujung Gading, Lubuk Gobing dan daerah lainnya masih mengungsi karena rumahnya masih tergenang air.

Kecamatan Luhak Nan Duo juga menerima dampak banjir seperti di beberapa titik di nagari Kapar, bahkan Jorong  Rantau Panjang total terendam banjir mencapai 2 m hingga hampir semua akses ke perumahan dan perkebunan rakyat terputus total dengan daerah lainnya.

Kenagarian Sasak Ranah Pasisie seperti pemukiman masyarakat yang berlokasi dekat muara jufa hampir semua terendam banjir, demikian juga kejorongan Maligi dan Sikilang, hingga berita ini dinaikkan masih terisolasi dengan dunia luar, Untuk Kecamatan Sei Beremas hampir semua titik menerima dampak banjir sedangl Berdasarkan di Kecamatan Sei Aua juga menerima banjir dibeberapa titik jorong koto  salam,jorong bukit harapan,jorong sungai. aur,jorong air haji ,jorong tombang padang hilir dan kini air sudah mulai surut. Kecamatan lembah melintang seperti Jorong Irian terendam air dengan ketinggian air mencapai 50 cm sampai 75 cm namun Jalan lintas ujung tanjung jorong Ranah Salido ketinggian air mencapai 1 m.

Dampak dari longsor dan banjir yang terjadi di wilayah kabupaten Pasaman Barat mengakibatkan banyaknya rumah masyarakat yang tergenang air serta memutus beberapa akses jalan lintas di Pasaman Barat. Pihak Tim SAR gabungan Polres Pasaman Barat dan BPBD dibantu oleh Ormas PEKAT IB PASBAR bersama Majelis Ulama Indonesia Cabang Pasbar, MRPB Peduli, Padepokan Pencak Silat Bundo Kanduang,World Human Care (WHC), Laskar Mujahidin,Arisan Anak Yatim Terpadu (AAYT) dan Generasi Muda PEKAT,SRIKANDI PEKAT IB serta Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi yang juga dibantu masyarakat Kab.

Pasaman Barat telah melakukan evakuasi masyarakat di beberapa titik longsor maupun banjir. Sementara jumlah korban jiwa belum dapat kepastian, namun orang hilang karena hanyut terkait bencana alam longsor dan banjir yang terjadi di wilayah kab.

Pasaman Barat berdasarkan laporan ada dua orang dan temuan mayat tanpa identitas 1 orang. Sampai saat ini situasi masih dalam keadaan aman dan terkendali, namun penduduk di daerah rawan masih dihimbau tetap Waspada terutama bagi masyarakat Pasaman Barat sekitarnya yang terdampak curah Hujan Identitas tinggi dan Sedang yang disertai petir atau kilat pada pagi,sore,malam dan dini hari.

Sabtu,13 Oktober 2018 cuaca masih turun hujan kapasitas rendah. Kegiatan yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Bencana Alam Pasaman Barat sejak Kamis (11/10) hingga hari Minggu, (14/10) selain mendirikan Posko dibeberapa titik dengan Posko Induk di Bundaran Simpang Empat uga untuk mengumpulkan dan menyalurkan  langsung bantuan ke titik lokasi bencana.

Pelayanan Relawan Aksi Sosial dalam Pertolongan Pertama dan Pengumpulan Dana Peduli Umat maupun Sembako bahkan melakukan assesment.

Dari informasi data sementara lebih dari 1.000 rumah yang terdampak banjir termasuk lahan pertanian yang rusak lebih kurang mencapai 1.000 hektare.

Kemudian dari data sementara, kerugian akibat banjir mencapai miliaran rupiah.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Tri Wahluyo bahwa berdasarkan kejadian tersebut maka Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, mengumumkan tanggap darurat selama tujuh hari untuk bencana banjir di daerah itu. “Sesuai persetujuan bupati maka tanggap darurat selama tujuh hari diberlakukan sejak 11 Oktober sampai 18 Oktober 2018, Tri Wahluyo di Simpang Empat, Sabtu (13/10/2018). Ia mengatakan” bencana banjir sejak Kamis 11 Oktober 2018 ini merupakan banjir terbesar yang pernah terjadi di Pasaman Barat, datangnya serentak di 11 kecamatan yang ada”Katanya.

Hingga Minggu pagi sejumlah lokasi banjir sudah mulai surut. Curah hujan juga sudah mulai berhenti.

Sementara Decky H Sahputra Ketua DPD PEKAT IB PASBAR yang juga Koordinator Aliansi Masyarakat Pasbar Peduli Bencana Alam Pasbar mengatakan “Sehubungan dengan terjadinya bencana alam berupa banjir dan longsor di berbagai kawasan Pasaman Barat, menyebabkan banyak masyarakat yang terdampak tidak bisa melakukan aktivitas, karena rumah dan lahan pertanian mereka, juga akses jalan sebagai transportasi  banyak yang terendam air hingga terputus”Ucap Decky

Longsor di Pasaman Barat menyebabkan 4 (empat) orang meninggal dunia dan 3 orang hilang.

“Korban anak-anak atas nama Anis (2,5) san W.Efendi (10) yang hanyut akibat banjir bandang. Korban meninggal lain adalah Roni (30) dan Yerinda (56). Sedangkan 3 korban hilang adalah Erizal (55), Daswirman (58) dan Yusrizal (45). Korban jiwa 1 orang, 2 buah rumah hanyut, 2 buah rumah kena longsor, Pengungsi akibat banjir skitar 275 KK, 56 KK terdampak longsor, diperkirakan 1000 rumah lebih terdampak banjir” Tambah Decky,

untuk meringankan beban yang dialami saudara-saudara kita ini, Aliansi Masyarakat Pasbar Peduli  kembali turun ke jalan dan pasar-pasar untuk menggalang sumbangan dari masyarakat.

Penggalangan dana dilaksanakan di bawah satu komando koordinasi dengan Posko di pusatkan di bundaran.

Decky menghimbau kepada relawan Pekat IB Pasbar atau MRPB PEDULI dan LSM maupun Mahasiswa yang ingin menggalang dana.

Silahkan transfer ke rek MRPB Peduli 0615.01.008410.53.1.

“Kepedulian kita bersama sangat dibutuhkan saudara-saudara kita yg terdampak bencana “. (Zoelnasti)


Sumber: sumbardetik.com


DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.