Padang. Editor.- Untuk pertamakalinya, Universitas Negeri Padang, menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Pimpinan Pascasarjana (Forpimpas). Sebuah konferensi internasional “The International Conference on Innovatioan in Education (ICoIE)”, yang akan diikuti 500 pengelola Program Pasca Sarjana Lembaga Perguruan Tinggi Keguruan (LPTK) se Indonesia di Auditorium UNP, Kamis dan Jumat (6-7/9).

Adapun peserta Forpimpas yang hadir dalam konferensin internasional ini adalah, Direktur, Wakil Direktur dan koordinator Program Megister dan Doktor Pascasarjana LPTK. dosen, peneliti, mahasiswa Pascasarjana dan pemerhati pendidikan.

“Selain konferensi internasional, juga diadakan juga pertemuan khusus untuk koordinator Prodi sejenis, tentu usai kegiatan para peserta juga ingin menikmati kawasan mandeh atau ke Bukittinggi,” kata Direktur Pascasarjana UNP, Prof Yenni Rozimela saat memberikan keterangan pers, Rabu (5/9) di ruang sidang Rektor Lt4 Gedung Rectorate and Research Center UNP, Jl Prof Hamka.

Empat pimpinan UNP turut hadir dalam jumpa pers ini, yakni Wakil Rektor 1, Prof Yunia Wardi dan WR4, Prof Syahrial Bakhtiar, Sekretaris Pascasarjana, Prof Atmazaki dan Ketua Forpimpas, Prof Firman.

Usai keterangan Direktur Pascasarajana, Prof Yenni Rozimela, WR1 Prof Yunia Wardi menambahkan pendidikan tinggi merupakan salah satu sasaran era distruptif. Pimpinan PT harus memanfaatkan potensi era industri 4.0 agar mampu bersaing dalam globalisasi ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS).

“Sebagai gerbang depan PT, Pascasarajana mendapat tantangan paling berat karena diharapkan tidak hanya mengajarkan IPTEKS, tapi mesti mengembangkan diri juga untuk kesejahteraan masyarakat. Bahkan daya saing bangsa terletak pada keunggulan Pascasarjana,” ujarnya

Ditambahkannya, kebijakan strategis apa yang akan diambil oleh para pengelola Pascasarjana, maka melalui ICoIE diharapkan dapat dirumuskan strategis Pascasarjana  LPTK menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0.

Sementara Prof Firman merinci, Keynote Speaker untuk ICoIE ini adalah Prof Inge Schawank (University of Cologne, Instute for Mathematics Education Germany), Prof Dr Mansor bin Abu Thalib (Universitas Putra Malaysia) dan lainnya. ** Humas UNP/Agusmardi

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.