Bandung, Editor.- Belum satu bulan pasca pelantikan Gubernur Jawa Barat eriode 2018-2023, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh konsultan, Budi Santoso Matd Jabar pada hari Jumat, 28 September 2018 dengan tuduhan kasus tindak pidana penipuan 378 KHUP.

Budi membeberkan tentang penipuan yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat ketika masih menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya sekitar tahun 2017 dengan mengerjakan beberapa proyek pemerintah Tasikmalaya termasuk proyek pribadinya,

Hal tersebut diungkapkan Budi saat menggelar jumpa pers di salahsatu hotel di Kota Bandung, Sabtu, (29/9).

“Kasus ini pernah dilaporkan ke Pengadilan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, namun Budi mencabut kembali laporannya, dengan alasan terlalu lama penanganannya, sehingga kemarin melaporkannya ke Polda Jabar,” ujar Budi Ketua DPD Partai Berkarya Kota Tasikmalaya.

Kerugian dialami Budi yang juga Pengusaha Kontraktor  CV. Ferpekta Jaya Konstruksi ini mencapai Rp. 3,9 milyar untuk membayar pihak konsultan untuk 13 sektor perencanaan pembangunan. Yaitu 7 proyek Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan 6 perencanaan pembangunan milik pribadi Uu.

Awal mula munculnya permasalahan ini, pada bulan Januari 2017, jelas Budi, saya mendatangi rumah Uu bersama teman. Pada kesempatan tersebut, saya ditawarkan untuk mengerjakan renovasi Mesjid Agung Baiturahman Kabupaten Tasikmalaya. Saya di berikan SK Bupati, yang dalam SK tersebut saya ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana, setelah itu saya membentuk panitia yang sudah bekerja melakukan perencanaan, panitia juga menunjuk konsultan untuk pelaksana proyek, kita juga meng ekspos hal tersebut di pendopo. Alhamdulillah dinas-dinas terkait menyetujui dan Uu sudah menandatangani perencanaan proyek tersebut. 13 Sektor perencanaan pembangunan dan 6 sektor perencanaan pembangunan pribadi tersebut diantaranya, pembangunan Islamic Center, renovasi Masjid Agung Baiturahman, rest Area gentong, Rumah tinggal Uu, Carwash milik Uu dan beberapa pembangunan landmark di Kabupaten Tasikmalaya dengan biaya perencanaan sekitar Rp.3,9 miliyar.

Lebih lanjut dikatakan Budi, Uu menjanjikan untuk biaya 13 proyek tersebut dianggarkan di tahun 2017 namun anggaran ini digeser terus sampai tahun 2018, tapi di tahun 2018 Uu malah menjual proyek ini ke pihak lain. Budi juga menilai bahwa kzholiman Uu sudah terkenal di kabupaten Tasikmalaya, namun yang memiliki bukti otentik hanya dirinya, Budi juga mengatakan tidak ada gratifikasi malahan dirinya yang dirugikan.

“Saya merasa dirugikan Uu, saya harus bertindak dalam kasus ini, agar dirinya tidak semena-mena dan harus bisa menghargai kepada pihak profesional, kasarnya kasus ini adalah bentuk pemerkosaan profesionalisme, apakah Uu tidak mengerti atau disengaja saya tidak tahu,” pungkas Budi. **  Edwandi

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.