Solok. Editor.- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Solok terus berupaya semaksimal mungkin untuk menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke- XV November mendatang di Kabupaten Padang Pariaman.

Kota Solok nantinya akan mengikuti 32 Cabor dari 36 Cabang Olah Raga yang dipertadingkan. Empat Cabor yang tidak ikut tersebut adalah Cabor Bridge, Anggar, Marching Band dan Berkuda.

Selama pematangan hingga keberangkatan, KONI akan terus mengevaluasi atlet-atlet. Sehingga nantinya atlet Kota Solok bisa mendapatkan medali sebanyak-banyaknya dan mengharumkan nama daerah, tidak ada kata terlambat kita harus punya target-target untuk mendapatkan medali, hal itu disampaikan Ketua KONI Kota Solok, Nofrizal Dt. Tanbijo, dalam rapat persiapan Porprov  XV di Sekretariat KONI Kota Solok, Sport Hall Tanjung Paku, Rabu (26/9).

Sebagai bentuk penghargaan bagi atlet yang meraih medali pada Porprov mendatang, KONI akan memberikan dana pembinaan Rp.30 juta untuk emas, Rp.12 juta untuk perak dan perunggu Rp.7 juta untuk perunggu, serta pelatih mendapatkan masing-masing setengah dari nilai pembinaan.  “Pemberian dana pembinaan tersebut mudah-mudahan akan mendorong seluruh atlet dan pelatih untuk menekuni latihan,” harapnya.

Sebelumnya KONI sudah menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan menghadapi Porprov 2018 di Kabupaten Padang Pariaman.

“Saat ini, masing-masing cabang olahraga sudah menyetorkan program latihan, termasuk jadwal dan lokasi latihan ke sekretariat KONI. Pemantauan dilakukan mulai Agustus sampai November mendatang. Setiap tim diharuskan memantau dengan mendatangi lokasi latihan dan membuat laporan. Minimal, monitoring dilakukan seminggu sekali, agar persiapan benar-benar terpantau,” tegas Nofrizal

Dalam rapat yang dihadiri pengurus KONI ini, dibahas pula tentang tugas pemantau mulai dari mencatat jadwal latihan, nama-nama atlet yang sudah dipastikan masuk dalam kontingen Porprov, kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta peluang dan persaingan yang dihadapi nanti. Setelah melalukan monitoring, tim akan membuat laporan secara dinamis dengan melihat perkembangan yang ada.

Tim bisa memantau secara bersama atau membagi tugas, namun mereka harus memantau secara langsung di lapangan. Pembentukan tim monitoring merupakan salah satu kesepakatan dalam rapat KONI Agustus lalu. “Saya tidak mau, tim hanya mendatangi tempat latihan dan meminta cabang olahraga mengisi formulir yang disediakan, kemudian setelah diisi formulir diambil. Tim harus benar-benar melakukan pengamatan agar mengetahui kendala yang dihadapi, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memaksimalkan peluang prestasi,” pungkas Ketua KONI Nofrizal dt tambijo. ** Mempe 

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.