Suasana Tabligh Akbar di Pantai Gandoriah Selasa pagi. Foto: Win
Pariaman - Peringati tahun baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriyah yang jatuh pada Selasa (11/9), Pemko Pariaman gelar Tabligh Akbar di Pentas Utama Gandoriah. Tabligh Akbar tersebut mengambil tajuk "kullu’amwa antum bikhair" yang bermakna “mari kita berhijrah kepada kehidupan yang lebih baik”.

Tabligh Akbar dihadiri oleh ratusan jamaah tabligh dari Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Pariaman serta guru dan pelajar se kota Pariaman. Tabligh akbar diawali dengan pawai ta'aruf dari Balaikota Pariaman menuju Gandoriah yang berjarak sekitar 3 km.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar menyampaikan selamat tahun baru Islam 1440 Hijriyah kepada segenap kaum muslimin dan muslimat pada umumnya, dan warga Kota Pariaman khususnya.

Genius mengimbau kepada seluruh umat islam di Kota Pariaman untuk menjadikan tahun baru Islam 1440 Hijriyah sebagai momentum untuk memakmurkan masjid, musala dengan berbagai kegiatan keagamaan.

“Insyaallah kita akan mengawali perubahan-perubahan yang lebih baik di tengah umat melalui masjid,” kata Genius.

Tabligh Akbar, sebut walikota terpilih itu, merupakan juga bentuk sumbangsih Pemko Pariaman sesuai dalam mewujudkan Pariaman sebagai kota tujuan wisata dan ekonomi kreatif berbasis lingkungan, budaya dan agama.

Tabligh akbar menghadirkan Ustadz Syaidul Amin - Dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Riau. Dalam tausiyahnya, Ustadz Syaidul Amin mengajak umat Islam menjadikan tahun baru Islam sebagai momentum dalam mempererat tali persaudaraan sesama muslim, meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan syariat dan syiar Islam dalam kehidupan sehari-hari.

“Momen untuk berhijrah kepada hal yang lebih baik ke depannya. Artinya hijrah kepada sosok yang lebih baik yaitu sosok individu yang tidak hanya baik secara pribadi tapi juga memiliki kepekaan sosial terhadap sesama,” katanya.

Kepada umat muslim Pariaman yang hadir saat itu, imbau dia, wajib bersyukur karena masih dianugerahi nikmat umur dan kesehatan karena pada saat yang sama di berbagai belahan dunia sana begitu banyak masalah klasik yang dihadapi umat Islam. Salah satunya kemiskinan, peperangan, keterbelakangan, penindasan dan masih lemahnya persaudaraan yang dibingkai dengan semangat ukhuwah Islamiyah. (Win/*)

Sumber: Pariamantoday.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.