Patamuan, BANGUNPIAMAN.COM---Ratusan masyarakat korong jajaran Lubuak Laweh Nagari Tandikek Utara Kecamatan Patamuan, Selasa pagi (25/9/2018) menggelar gotong-royong bersama, di tugu monumen gempa Lubuak Laweh.

Gotong-royong tersebut juga dihadiri Walinagari Walikorong Lubuak Laweh Jajaran Ismael, Walinagari Tandikek Utara Sabar, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa,  Sekcam Patamuan Yuliar serta Basir anggota DPRD Padang Pariaman.

Menurut Sekcam Patamuan Yuliar, selama ini monumen gempa dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Padang Pariaman, namun kini telah diserahkan ke Pemerintah Nagari.

"Selama ini memang tidak tarawat. Dengan telah diserahkannya kepada Pemerintah Nagari Tandikek Utara diharapkan akan bisa terawat. Karena ini adalah monumen bersejarah yang telah menelan korban ratusan akibat gempa 30 September tahun 2009 silam yang sangat patut untuk dipelihara dan dirawat," ulas Sekcam yang akrab dipanggil Uncu ini.

Ditambahkannya, tugu monumen ini gempa jika terawat tentunya akan bisa dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata di nagari Tandikek Utara Kecamatan Patamuan. "Karena itu belum lengkaplah kiranya jika berkunjung ke Kecamatan Patamuan tidak mengunjungi monumen gempa Lubuak Laweh," tambahnya.



 
Nagari Tandikek Utara Tersohor Ke Seluruh Dunia

Dikutip dari www.detik.com, Lubuak Laweh di Nagari Tandikek Utara waktu itu tersohor ke seluruh dunia. Puluhan wartawan dari media nasional dan internasional berdatangan ke lokasi tanah longsor untuk memberitakan nasib ratusan nyawa warga yang tertimbun longsoran tiga gunung yang mengapit desa itu. Kabar duka inipun terus menyebar.

Jadi tak heran kiranya, waktu itu lokasi tanah longsor  menjadi ramai dikunjungi orang pascagempa. Padahal desa ini dulunya hanya perkampungan kecil yang ada di lereng perbukitan. Tak ada yang istimewa dari perkampungan itu. Masyarakatnya hidup dari pertanian padi di sawah.

Namun  desa-desa itu rata dengan tanah. Tak ada lagi sisa rumah yang terlihat. Rumah masyarakat, Masjid dan Sekolah Dasar hilang ditimbun longsor. Timbunan tanah longsor mencapai ketinggian 10 meter. Desa-desa itu laksana lapangan dengan lebar 400 meter dan panjang 30 km. Tiga desa itu adalah, Pulau Air, Lareh Nan Panjang dan Lubuk Laweh yang dibelah dengan sungai. (wis/***)


Sumber:bangunpiaman.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.