Padangpanjang - Bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana Indonesia (HMPI), Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Padangpanjang sukses menggelar Sekolah Kebangsaan, yang dipusatkan di Aula Pondok Pesantren Modern (PPM) Nurul Ikhlas, Jumat (14/9).

Kegiatan Sekolah Kebangsaan yang juga menjadi rangkaian kegiatan besar dari Kirab Pemuda 2018, dikemas seperti sebuah seminar dan diskusi kepemudaan bersama para santri di Ponpres Nurul Ikhlas dengan menghadirkan beberapa narasumber yakninya Staf Khusus Menpora Bidang Komunikasi dan Kemitraan Zainul Munasichi, MA dengan tema materi tentang peran  Remaja Muslim dalam menyangkal paham radikalisme untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Selain itu, juga ada Ketua KNPI Provinsi Sumbar Fadly Amran, BBA yang memberikan meteri tentang Kepemimpinan dan Managemen organisasi kepemudaan. Juga tak ketinggalan Ardhariksa Zukhruf memberikan meteri tentang Cerdas Bermedia Sosial, serta Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumbar Muhayatul yang juga memberikan materi tentang kepemudaan.

Dalam kegiatan Sekolah Kebangsaan tersebut, juga di selingi kegiatan diskusi dan tanya jawab para santri dengan narasumber yang kompeten dibidangnya masing-masing. Tak kalah menarik, penampilan pidato bahasa asing yang ditunjukkan oleh santri di Ponpres Nurul Ikhlas juga mampu memukau para Narasumber dan panitia serta tamu undangan yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Santri disini memang luar biasa, melihat para santri menampilkan pidato bahasa asing tadi, kita seperti melihat langsung pelajar luar negeri yang sedang berpidato, begitu benarlah, pidato mereka memukau kita semua. Apalagi itu, santri yang menampilkan pidato bahasa Mandarin, seperti melihat Menpora China saja kita dibuatnya,” tutur Staf Khusus Menpora Bidang Komunikasi dan Kemitraan Zainul Munasichi, MA setelah menyaksikan langsung pidato Bahasa Asing Santri Nurul Ikhlas.



Sementara itu, Ketua KNPI Prov Sumbar H. Fadly Amran secara gamblang menjelaskan, bahwa pemuda saat ini tidak cukup hanya mengejar kecerdasan intelektual yang diperoleh dari bangku pendidikan formal. Generasi muda mesti merengkuh tiga kecerdasan sekaligus, agar bisa siap menghadapi kompetisi global.

“Selain harus cerdas pikiran dengan mengusai ilmu dan tekhnologi, pemuda juga harus mempersiapkan dirinya cerdas secara mental spiritual maupun sosialnya, menuju tiga cerdas itu tidak mudah, karena butuh waktu dan proses yang tidak singkat. Namun kita yakin pemuda disini mampu menggapai itu semua,” tutur Fadly Amran.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ikhlas H. Riza Muhammad, Lc mengucapakan terimakasih kepada panitia dari KNPI dan HMPI serta Kemenpora yang telah mengadakan kegiatan yang sangat bermanfaat itu di PPM Nurul Ikhlas.

“Dengan diadakannya kegiatan Sekolah Kebangsaan ini, sangat membawa dampak positif kepada para santri. Banyak ilmu dan pengalaman baru dalam kegiatan ini, kita berharap kegiatan para santri disini dapat mengimplementasikan ilmu yang di dapatnya pada kegiatan ini dalam kehidupan sehari-hari,” sebut H. Riza Muhammad, Lc.

Terpisah, panitia pelaksana kegiatan Sekolah Kebangsaan ini, Dodo Fernando dan Nafizatul Hamdi yang juga Ketua dan Sekretaris KNPI Kota Padangpanjang juga mengucapkan rasa syukur atas suksesnya kegiatan Sekolah Kebangsaan ini.

“Kita sangar berterimakasih kepda para penyelenggara terutama dari HMPI dan Kemenpora yang telah mempercayakan kepada kita untuk menjadi panitia daerah dalam rangkaian kegiatan Kirab Pemuda 2018 ini, semoga kerjasama ini mampu berlanjut di kegiatan-kegiatan yang akan datang,” tutur Dodo Fernando dan Nafizatul Hamdi seraya mengatakan kegiatan Sekolah Kebangsaan ini merupakan kegiatan perdana dan pencetus untuk dilaksanakan selanjutnya di daerah lain. (Del)

Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.