Mentawai - Pertikaian antar dua suku yang terjadi pada Juni 2018 lalu, berakhir damai setelah Rombongan Muspika Siberut Selatan tiba di Kantor Desa Madobag, Siberut Selatan. Kepulauan Mentawai, Selasa (4/9) kemarin.

Rombongan Muspika yang terdiri dari Danramil 02 Siberut Selatan, Kapt Inf Sunardi, beserta anggota, Kapolsek Siberut Selatan, Iptu Edi Surya, beserta anggota, Perwakilan Dankamla Siberut Selatan, Perwakilan Camat Siberut Selatan dan Jajaran Staf Desa setelah berjalan kaki menuju Kantor Desa Madobag. 

Disampaikan Danramil 02 Siberut Selatan, Kapt Inf Sunardi, bermula terjadi pertikaian antara Fransiskus Joili (19) warga Desa Madobag dari suku Samalaibibi hingga hilangnya nyawa Suruikerei (40) warga Desa Madobag dari suku Samonganout merebak menjadi bentrok antar suku.

Selain itu di tempat terpisah, Kapolsek Siberut Selatan, Iptu Edi Surya, menyampaikan kepada wartawan, Kamis (6/9), kesepakatan damai yang berlangsung di ruang serbaguna Desa kemarin, di hadiri langsung Kepala Desa Madobag, Robertus dan seluruh aparat Desa serta Jajaran Kepala Dusun termasuk masyarakat di Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan. 

Edi menambahkan, adapun isi kesepakatan damai antar dua suku tersebut, diantaranya mereka berjanji untuk menjaga situasi kondusif di Desa Madobag, berjanji untuk tidak melakukan tindakan anarkis, menyerahkan persoalan perkara kepada pihak yang berwajib dan pihak keputusan pihak pengadilan kami menerimanya dan berjanji untuk membimbing keluarga pelaku untuk menjalin hubungan baik antara Suku  Samalabibi dengan Suku Samonganout.

”Dengan adanya kesepakatan perdamaian ini benar benar terwujud keharmonisan antar suku dan keamananan sosial masyarakat Madobag," harap Edi. (Rizky)

Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.