Foto: Andri
Paritmalintang - Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dan investor Korea Selatan sepakat pemanfaatan platform 3D Experience dari Dassault Systemes Perancis.

Hal itu terungkap saat para investor pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) asal Korea itu berkunjung ke Padangpariaman, Minggu (23/9) lalu.

"Langkah selanjutnya yang akan kita lakukan bersama Dassault Systemes adalah mempersiapkan pembuatan big data. Big data ini untuk menghimpun seluruh konsep realisasi smart city nantinya. Proyeksi awal kita di Tarok City,” ujarnya, Jumat (28/9).

Realisasi platform 3D Experience, kata dia, turut disinkronkan dengan proyeksi pengembangan PLTS di Padangpariaman nantinya. PLTS juga diproyeksikan realisasi awalnya di Tarok City.

Untuk mewujudkan smart city, Padangpariaman bekolaborasi dengan dua negara yang siap tanamkan investasi di Kawasan Stategis Terpadu (KST) Tarok City. Yakni investor asal Korea Selatan untuk pengembangan PLTS, dan investor dari Perancis untuk pengembangan platform 3D Experience.

Sekarang, imbuh Suhatri, investor dari Korsel dan Perancis sedang dalam tahap penyiapan persyaratan analisis dampak lingkungan (Amdal). Sedangkan pihaknya di Pemkab Padangpariaman siap membantu dua negara tersebut dalam proses administrasi perizinan.

Dalam kerjasama tersebut, jelas Suhatri Bur, izinnya melalui Kementrian Dalam Negeri. Saat ini pihaknya telah membuat semua surat-menyurat untuk keperluan kerjasama antara Indonesia dengan Korea-Prancis terkait pembangunan PLTS.

Keberadaan PLTS di Padangpariaman, sebut dia, nantinya dapat mengatasi keterbatasan listrik di Padangpariaman. Terlebih, sekarang pihaknya sedang mengembangkan Tarok City yang diprediksi akan menjadi kota paling berkembang di Sumbar.

“Tarok City ini akan menjadi kota besar dengan keberdaan perguruan tinggi, rumah sakit, dan perkantoran. Jadi kita memang harus merancang konsep smart city sedari dini,” ujarnya.

Pihak-pihak yang sudah menyatakan kesiapan berinvestasi di Padangpariaman untuk mewujudkan smart city di Padangpariaman, beber dia, antara lain Muhammad Rusyidi CEO PT PGRC dan CEO Brisbane Capital Investment, Woo Gyou Park dari Korea Selatan, lokal partner PT PIK Surya Pariaman, PT Romulo Indo Gemilang, Dessualt Systemes, dan CEO CK E & Solution Dae hyun Jin.

"Investor yang datang ini siap membangun PLTS. Mereka adalah ahli-ahlinya dalam bidang kelistrikan. Bahkan mereka ini tenaga ahli bidang listrik di Korea dan Perancis. Artinya, mereka tidak main-main dalam menanamkan investasi di sini. Lihat saja mereka telah melengkapi Amdal untuk pembangunan proyek," pungkasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Padangpariaman, Zahirman mengatakan hanya tiga daerah di Indonesia yang sudah menerapkan platform 3D Experience untuk mewujudkan smart city. Yakni Surabaya, Bandung dan Makassar.

Untuk 2018 ini, kata Zahirman, Mendagri akan mengarahkan smart city ke Sumbar. Setelah para investor melakukan kajian, sebut Zahirman, ternyata mereka tertarik dengan Padangpariaman karena melihat potensinya yang besar.

"Sarana transpotasi yang tersedia di Padangpariaman, yaitu bandara penerbangan, stasiun kereta, serta potensi laut dan alamnya. Itulah alasan investor tersebut menilai Padangpariaman sebagai daerah yang potensial menjadi smart city," tandasnya. (Asm/OLP)

Sumber: Pariamantoday.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.