Pariaman, Editor.- Proyek Tratoar Kampung Pondok  harus dibongkar karena masih pakai polongan zaman Belanda. Sementara dalam RAB harus dicor beton radimix dengan besi berlapis besi 20. besi 10 .

Proyek Tratoar Simpang Kampung Pondok – Simpang Pauh ( 750 )  nilai kontrak Rp 6.897.673.00 No kontrak 05/SPP.BM/ DPURM- 2018 ini dinilai tidak sesuai Bestek . Masalahnya polongan lama dipakai kembali dan  mutu trotoar  yang di kerjakan  PT Citra Karya Pelayanan Sejati  diragukan. Terutama yang berada di depan lampu merah Kampung Pondok , Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman.

Menurut  Wir, Chief  Manager   PT Citra Karya Pelayanan Sejati, sulit membongkar pondasi  di depan  lampu merah Kampung Pondok. Banyak kendala dalam penggalian tratoar, termasuk yang mengakibatkan bocornya PDAM  dan tergalinya   pipa  kabel Telkom. Sehingga terlihat semrawut, bekas material dan serpihan kayu berserakan serta  menganggu aktiviatas warga yang  hendak  berbelanja.

Terkait pemakaian besi penguat yang dipakai, pengawas proyek yang dihubungi via telepon mengatakan, 2 lapis  besi 20 dan besi 10 yang dipakai kekuatan  sama dengan besi Ulir. Jadi tidak ada masalah.

Kurangnya pengawsan dari lembaga terkait, menurut beberapa sumber yang tak mau disebut namanya, disebabkan pemilik PT.  Citra  Karya Pelayanan Sejati adalah putra daerah Kampung Pondok dan mantan Tim Sukses Walikota Pariaman. Sehingga pengawsa merasa “segan” dan terkesan takut menegur walau pengerjaan proyek tersebut amburadul dan tak sesuai bestek. ** Afridon.

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.