TOPIKINI.COM – Mungkin bagi orang seusia saya pasti kenal siapa Teddy Thohir. Ya dia salah satu pendiri ASTRA International bersama dengan Om William. Saya tidak tahu berapa banyak putra Pak Teddy Thohir. Tetapi ada dua putranya yang sangat dikenal oleh publik yaitu Erick Thohir dan Geribaldi Thohir atau biasa dipanggil Boy Thohir.

Saya ingin mengulas Boy Thohir. Boy pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia urutan ke 23. Boy mengawali karirnya bukan di ASTRA dimana ayahnya sebagai pemegang saham. Usai mendapatkan gelar Master USC Amerika Serikat, dia sampaikan keinginannya untuk bekerja di perusahaan bonafide seperti Citibank, American Express, atau IBM. Tapi ayahnya melarang.

” Bagaimana kamu bisa balikin duit saya yang sudah habis hampir Rp 1 miliar untuk pendidikan.” Kata ayahnya. Ayahnya mau dia menjadi pengusaha.

Boy mengawali bisnis dibidang property untuk membangun kawasan Casablanca. Tetapi bisnis itu tidak begitu berhasil. Akhirnya dia jual kepada ayahnya. Pada tahun 1992 dia membeli 20% saham PT. Allied Indo Coal tambang batubara di sawahlunto Sumbar.

Kemudian dia masuk dalam bisnis pembiayaan melalui akuisis PT. Wahana Ottomitra Multiartha ( WOM Finance). Perusahaan ini mitra Astra untuk pembiayaan pembelian kendaraan secara leasing. Pada tahun 2005, dia minta oleh Theodore Permadi Rachmat, Edwin Soeryadjaya, Sandiaga Uno, dan Benny Soebianto untuk bergabung dalam konsorsium membeli saham Adaro Energy yang dikuasai New Hope (Australia) dan Hashim.

Sukses akuisisi ini merupakan titik balik bagi Boy untuk menjadi terus meroket. Di tangannya Adaro menjadi perusahaan tambang kedua terbesar di Indonesia. Padahal sebelum diakuisisi tambang itu dalam keadaan gagal bayar utang.

Pada 30 Mei 2013, ditengah kemelut saham Bumi dimana Sandi ikut terlibat dan butuh uang banyak untuk menyelamatkan BUMI resource dari pengambil alihan Nick Rostchild. Boy memborong saham perusahaan yang dipimpinnya sendiri. Ia membeli 2 juta lembar saham ADARO dengan tujuan meningkatkan pengaruhnya diantara pemegang saham lain.

Pada 2014, PT Adaro Power dengan anak usaha Korea East-West Power Co. Ltd.membentuk perusahaan patungan, PT Tanjung Power Indonesia yang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2 X 100 megawatt (MW) di Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel). Pada tahun 2015 menduduki Dirut Adaro. Dia menjadi the winner diantara pemegang saham lainnya.

Boy punya adik bernama Erick Thohir. Usia mereka bertaut 5 tahun. Eric pendiri Mahaka Group yang merupakan perusahaan induk dari perusahaan yang memiliki fokus pada bisnis media dan entertainment. Berbagai unit usaha Mahaka seperti di bidang penyiaran (broadcast) yakni Gen FM & Jak FM, stasiun televisi Jak tv, media luar ruang (out of home) Mahaka Advertising, penerbitan (publishing) yakni Harian Republika, Golf Digest, digital yakni Rajakarcis.com dan berbagai perusahaan lainnya yang bergerak di bisnis olahraga dan hiburan.

Pada tahun 2013 Ia mengakuisi klub sepakbola Italia F.C. Internazionale Milano (Inter Milan). Bersamaan dengan itu, ia juga memiliki klub sepakbola Amerika, D.C. United dan juga pernah sebagai pemilik klub bola basket NBA Philadelphia 76ers. Namun dua bersaudara ini sangat kompak walau berbeda bisnis. Keduanya tampil rendah hati. Tentu mereka saling mendukung satu sama lain.

Kini Adik Boy , Erick Thohir namanya semakin melejit setelah sukses sebagai ketua panitia ASIAN GAMES. Kalau sampai Eric Thohir jadi Ketua Tim Sukses Jokowi, maka Sandi kelihatannya harus menahan diri untuk tampil tajir dan flamboyan. Karena dibanding keluarga Thohir, Sandi bukan apa apa. Dan Eric hanya bagian orang hebat yang ada dibelakang Jokowi untuk Indonesia lebih baik.

Penulis: Erizeli Jely Bandaro


Sumber: topikini.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.