Genius Umar saksikan prosesi 'manabang'. Foto: Junaidi
Pariaman - Hoyak Tabuik Piaman 2018 memasuki tahap prosesi manabang atau ada juga menyebutnya maambiak batang pisang. Prosesi kedua yang jatuh pada tanggal 5 Muharram ini merupakan prosesi ritual menebang batang pisang. Puncak dari acara ini adalah basalisiah antara kedua pendukung tabuik.

Lokasi penebangan batang pisang untuk Tabuik Pasa di Simpang Alai Galombang, sedangkan Tabuik Subarang di Simpang Kampuang Kaliang.

Menebang batang pisang dengan sekali tebas menggunakan pedang yang sangat tajam. Hal ini menggambarkan ketajaman pedang yang membunuh dalam perang Karbala. Ziad bin Syarik Attamimi sang algojo Padang Karbala, menebas cucu Rasulullah, Husain, dengan pedangnya.

"Iven Pesona Hoyak Tabuik Piaman merupakan tulang punggung pariwisata Kota Pariaman. Hari ini kita sama-sama menyaksikan prosesi manabang batang pisang dan basalisisah sebentar lagi," ungkap Wakil Walikota Pariaman Genius Umar sebelum anak Tabuik Pasa dan Subarang 'basalisiah' usai melaksanakan prosesi manabang/maambiak batang pisang di Simpang Tabuik, Kampuang Cino, Pariaman Tengah, Sabtu malam (15/9).

Ribuan pengunjung menyaksikan basalisiahnya antara dua anak tabuik Pasa dengan Subarang. Prosesi 'basalisiah' selalu identik dengan perkelahian. Emosi anak tabuik mudah sekali tersulut dalam prosesi tersebut. Namun pada malam itu berlangsung aman dan terkendali.

"Berikan pelayanan dan atraksi terbaik kepada pengunjung yang hadir malam hari ini. Sebagai tuan rumah, masyarakat Kota Pariaman wajib menjaga keamanan dan ketertiban selama iven tabuik berlangsung," sambung walikota terpilih Pariaman 2018-2023 tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Elfis Candra menuturkan bahwa pada 2017 lalu, iven Tabuik mampu menyedot 200 ribu wisatawan yang datang ke Kota Pariaman.

Pada tahun ini pihaknya menargetkan 400 ribu wisatawan akan mengunjungi Pariaman. Baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan dalam negeri.

"Butuh peran aktif semua lapisan masyarakat untuk menyebarkan informasi, foto dan video iven pesona Hoyak Tabuik di media sosialnya masing-masing," kata dia.

Prosesi ritual ketiga adalah 'maatam dan maarak jari-jari' pada tanggal 7 Muharram bertepatan hari Senin tanggal 17 September besok. (Juned/OLP)

Sumber: Pariamantoday.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.