Muaro Paneh,  Editor.- Banjir bandang Solok yang terjadi pada hari Jum’at (7/9) lalu telah membawa kerugian bagi masyarakat dan korban jiwa. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah kabupaten akan mengupayakan pengerukkan dan normalisasi aliran Batang Lembang untuk mencegah musibah Banjir bandang hari Jum’at (7/9) lalu tidak terjadi,

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pada saat mengunjungi salah satu posko bencana banjir di Kecamatan Bukit Sundi, di kantor Wali Nagari Muaro Paneh, Senin (10/9)

“Kami dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten tidak mungkin diam saja. Untuk menindaklanjutinya, kami akan segera mengadakan rapat terkait rencana normalisasi dan pengerukkan tersebut dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V juga akan ikut terlibat,  ujar Irwan Prayitno

Wali Nagari Muaro Paneh Ferry Effendi menceritakan, banjir kali ini merupakan banjir yang terparah sejak 1982.

“Banyak kerugian masyarakat seperti alat rumah tangga, alat-alat elektronik, pakaian sekolah, dan sebagainya karena air naik mendadak sehingga tidak sempat diselamatkan,” ujar Ferry Effendi.

Menurut Ferry Effendi, sekaligus mengharapkan kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten, agar Batang Lembang perlu di normalisasi dikarenakan mulai dari Kinari sampai ke Muaro Paneh sudah pendangkalan.

Selain itu, Asisten Koordinator Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Solok Aliber Mulyadi mewakili Bupati memaparkan, bahwa banjir disebabkan luapan Batang Lembang dan Batang Halim dan melanda 4 dari 5 Nagari yang ada di Kecamatan Bukik Sundi.

Aliber Mulyadi mengatakan, di Nagari Muaro Panas jorong balai pinang terkena dampak 875 jiwa, 2 orang meninggal  karena shok dan 1 bayi yang masih dirawat di rumah sakit. Jorong kota panjang terkena dampak 750 jiwa dan jorong koto kaciak 205 jiwa.

Sedangkan, Nagari kinari di jorong tapi ayia terkena dampak 362 jiwa, jorong pamujan 327 jiwa, jorong bunga harum 365 jiwa, dan jorong galanggang tinggi 323 jiwa.

Aliber Mulyadi juga mengatakan, di Nagari Parambahan, banjir menyebabkan jalan di Jorong Balai longsor. Sedangkan, di Nagari Kinari banjir menyebabkan terbannya tebing sungai sepanjang 750 m dan menumpuknya sedimentasi dalam aliran sungai sepanjang 2000 m, terbannya tembok penahan saluran sepanjang 15 m di Bandar Halim, dan jebolnya saluran irigasi sepanjang 75 m di Bandar Lelo. Sementara di Nagari Dilam, banjir menyebabkan jebolnya 4 unit bendungan dan 600 meter saluran irigasi.

Pada kesempatan itu Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno serahkan bantuan untuk warga yang terkena banjir yaitu bantuan berupa uang dari Baznas sebesar 60 juta rupiah, kepada pemilik 9 rumah yang rusak akibat banjir, dan untuk keluarga dari 2 warga yang meninggal karena shock akibat banjir, dan orangtua bayi yang kini dirawat di rumah sakit.

Gubernur Sumatera Barat juga menyerahkan bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, 3,8 ton beras, 30 karton pop mie, dan 30 karton air mineral. ** Fadli/Hms

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.