Padang, Editor.- Memacu kemampuan mahasiswanya untuk menganalisis serta mengimplementasikan elemen-elemen penting dalam pengembangan bisnis, serta mampu membuat proposal pengembangan bisnis yang baik terus diupayakan, agar ada percepatan usahawan baru Indonesia dimasa mendatang.

Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Karir dan Kewirausahaan UNP, Asmar Yulastri, PhD menyebutkan persaingan antar perguruan tinggi semakin pelik seiring menjamurnya kompetisi-kompetisi yang diadakan oleh pemerintah, salah satunya adalah Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia.

Untuk itu ketua UPT PKK UNP, menegaskan memberikan motivasi pengembangan usaha di kalangan mahasiswa dan menciptakan budaya berkompetisi dalam berusaha yang lebih baik diantaranya melalui pelaksanaan Workshop Kewirausahaan sangat penting bagi mahasiswa karna materi yang disampaikan tidak akan didapatkan di bangku kuliah.

“Saat ini terhitung baru 2 proposal yang berhasil lulus dari UNP. Setelah workshop ini ada peningkatan jumlah kelulusan proposal kedepannya,  seperti Politeknik Negeri Padang yang sudah berhasil meluluskan banyak proposal sebelumnya,” ujar Asmar Yulastri saat memberikan sambutan pada sosialisasi KBMI dan Workshop Penyusunan Business Plan Bagi Mahasiswa UNP, Kamis (13/9) di Gedung Serbaguna FT UNP.

Sementara Ketua Panitia Eflizon melaporkan workshop bisnis plan ini merupakan kegiatan yang diadakan guna menempa para mahasiswa yang akan mengikuti Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia, yang dibagi dalam dua sesi, pertama akan diisi dengan kiat-kiat membawa proposal penelitian ke tingkat nasional sedangkan sesi kedua merupakan workshop penyusunan business plan dan diskusi bersama mentor bagi mahasiswa-mahasiswa yang mengikuti kegiatan yang bertemakan strategi hibah kompetisi bisnis mahasiswa Indonesia.

“Sebanyak 170 peserta yang telah lulus seleksi dan anggota UPKK  dapat mengikuti  kegiatan ini sebaik-baiknya sehingga bisa menghasilkan proposal ataupun business plain yang akan di kompetisikan secara nasional,” harapnya.

Wokhsop bisnis plan ini menghadirkan Surfa Yondri M.Kom yang merupakan Direktur Politeknik Negeri Padang dan sekaligus team Kewirausahaan Dirjen Belmawa Kemenristekdikti.

Pada kegiatan sebelumnya, terhitung hanya sebanyak 4% dari 30.000 mahasiswa yang proposalnya lulus. Mahasiswa dianggap masih memakai cara berpikir kuno atau biasa disebut kupu-kupu alias kuliah-pulang kuliah-pulang sehingga tidak memahami manfaat dari kegitan-kegiatan yang diadakan setiap harinya. Mempunyai business plain merupakan bekal agar mahasiswa bisa fleksibel dan mampu mengikuti perubahan zaman.

Menurut Surfa Yondri, proposal yang baik sebenarnya adalah proposal yang ringkas dan jelas namun berisi rencana yang menarik, tapi kebanyakan mahasiswa memilih membuat proposal yang sangat panjang. Hal inilah yang membuat proposal tersebut sulit dipahami sehingga penyeleksi terkadang malas untuk membacanya. Untuk itulah kegiatan ini diadakan sehingga mahasiswa mendapatkan trik jitu membuat proposal. ** Hms UNP/Agusmardi

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.