Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat kunjungan ke mentawai ( foto: Sylvester Suntoro )
Mentawai --Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengunjungi Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam rangka Ekspedisi Mentawai Terang Menuju Rasio Desa Berlistrik 100 persen tahun 2018 dan Rasio Elektrifikasi 100 persen (tahun 2019), di Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada Rabu (5/9/2018).

Menurut Irwan, Mentawai termasuk kategori daerah tertinggal, terluar dan terdepan dengan rasio kelistrikan yang masih rendah. Bangka Belitung yang juga kepulauan saat ini rasio elektrifikasinya sudah 100 persen dan pakai PLTD.

"Ternyata Bangka itu daerah Kepulauan juga, kenapa kita di Mentawai tidak bisa, kita harus bisa semangat melihat Mentawai bagian dari Provinsi Sumatera Barat," kata Irwan.

Karena itu perlu didorong agar rasio elektrifikasi di Kepulauan Mentawai meningkat hingga mencapai 100 persen dan dapat menyokong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Di Sumatera Barat, tingkat kemiskinannya itu 0,7 persen, tetapi di Kabupaten Kepulauan Mentawai tingkat kemiskinannya mencapai 15 persen, di Sumbar pendapatan per kapita Rp80 juta, namun kalau di Mentawai masih Rp40 juta," katanya.

Untuk memajukan ekonomi masyarakat Mentawai, salah satu yang bisa didorong adalah memajukan potensi pariwisatanya karena jasa pariwisata paling menjamin peningkatan ekonomi, jelas Irwan.

"Sektor perkebunan lahannya terbatas, yang paling menjamin adalah jasa pariwisata dimana - mana daerah yang menjadikan prioritasnya pariwisata tingkat kemiskinannya itu berkurang, seperti Bali, atau kota - kota lainnya seperti Solo. Justru provinsi - provinsi yang penghasil minyak, batubara malah penduduknya masih miskin," katanya.

Ia juga mengatakan kalau kalau batubara atau minyak, hasilnya tidak langsung dirasakan oleh masyaralat, tetapi kalau usaha pariwisata sasarannya langsung kepada masyarakatnya, ada restorannya, hotel - hotel, termasuk hasil pertaniannya laku, tambah Irwan.

Ia menyebutkan, perusahaan - perusahaan yang ada di Mentawai seperti HPH pendapatannya banyak, ketika ditotalkan semua pendapatan Kabupaten Kepulauan Mentawai. 

"Sebagian besar uang yang masuk, sebagian besarnya ke perusahaan dan bukan kepada masyarakat Mentawai, palingan hanya pekerja - pekerjanya, atau pemilik tanahnya, jadi itulah yang dapat, namun kemiskinan tetap," katanya.(sumber: Mentawai Kita)


Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.