Limapuluh Kota, Editor.- Karena tidak pekanya pemerintah daerah terhadap nasib petani, membuat tengkulak  leluasa mempermainkan petani. Salah satunya adalah petani tembakau yang berada di Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Limapuluh Kota, terutama petani tembakau di Nagari Kototangah dan Baruah Gunuang.

Saat ini petani di dua nagari itu ibarat sudah jatuh ditimpa tangga. Sudahlah harga tembakau anjlok, tengkulak pun membelinya tidak dengan pembayaran tunai. Tembakau dibawa saja dulu beberapa minggu kemudian baru dibayar dan  itupun tidak lunas, ujar Wali Nagari Kototangah Zamri dalam bincang bincang dengan media ini, Jum’at lalu diruang kerjanya.

Menurut Zamri, saat ini harga tembakau jauh merosotnya, harga dipermainkan tengkulak. Petani berharap pemerintah bisa mengatasi dengan menampung hasil panen petani dengan harga standar.

“Selain harapan petani itu, kami akan membentuk kelompok dan koperasi, sehingga koperasi bisa menampung panen petani. Untuk membentuk.koperasi petani tembakau itu, kita butuh tenaga ahli di bidang tembakau dan mampu membuat jaringan pemasarannya agar tembakau itu tidak mengendap di gudang koperasi,” jelasnya. ** Yus

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.