Pasbar, sumbardetik.com – Beberapa minggu belakangan ini Kabupaten Pasaman Barat di hebohkan dengan kekisruhan seputar adanya dugaan indikasi persekongkolan KKN Tender yang terjadi di lingkungan LPSE Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) Pasbar yang di pimpin oleh Kabag ULP Arpan Siregar.

Menurut beberapa sumber termasuk beberapa informasi yang disampaikan oleh kontraktor pada media ini, terjadinya kekisruhan tersebut yakni adanya keanehan di mana proses tender elektronik belum dimulai, namun nama – nama pemenang tender sudah beredar di WhatsApp (WA) mereka, para kalangan rekanan yang dicontreng dengan nama rekanan dan CV-nya.

Hal inilah yang menyebabkan banyak kontraktor kecewa dengan adanya dugaan permainan tersebut, karena pemenangnya seolah-olah sudah jelas. Jadi para kontraktor merasa bahwa proses tender ini hanya akal – akalan atau hanya sekedar formalitas saja.

Bahkan akibat kejadian tersebut, sampai-sampai terjadi perkelahian pada hari Selasa (28/8/2018) lalu antara salah seorang kontraktor dengan anggota Panitia Pokja. Bahkan sampai terjadi pengepungan rumah Kabag ULP Arpan Siregar.

Bahkan menurut Salah seorang Kontraktor MP mengatakan bahwa didalam proses Lelang tersebut juga terjadi sebentuk pungutan dimuka yang bervariasi, bukan saja proyek besar yang dimintai bayar duluan, bahkan persekongkolan ini juga mereka lakukan kepada proyek – proyek kecil yang ada di Pasaman Barat.

Bahkan imbas dari kekisruhan tersebut salah satu proyek yang bernilai Ratusan Milyar juga di Sorot oleh beberapa media serta LSM.

Sehubungan dengan hal tersebut, media ini pun coba mengkonfirmasikannya kepada Ledi salah seorang anggota Pokja.

Menurut Ledi apa yang disanggahkan oleh para rekanan kontraktor semua nya sudah di jawab dan setelah dijawab tidak ada lanjutan.

“Proses Lelang sudah sesuai dengan aturan perundang – undangan, dan rekanan juga diberi waktu 5 hari untuk melakukan sanggahan, dan setiap sanggahan yang masuk sudah kami jawab”, ucap Ledi.

“Kalaupun ada kekisruhan yang terjadi saat ini, itu akibat ketidak mengertian pihak rekanan”, tambah Ledi.

Terkait permasalahan Sanggahan dari PT. CITRA PRASASTI KONSORINDO agar Pokja meninjau ulang terhadap pemenangan PT. MAM ENERGINDO, karena menurutnya PT. MAM dianggap tidak sesuai dengan persyaran dalam Dokumen kualifikasi Lelang.

Hal ini juga sudah di Jawab oleh Pokja Jasa Kontruksi IX, bahwa panita lelang telah bekerja maksimal dalam meneliti kelengkapan Dokumen penawaran dari  PT. MAM., dan semua yang telah dipersyaratkan khususnya untuk SBU EL dan MK, sehingga perusahaan pemenang melakukan KSO. “(DEDI)


Sumber: sumbardetik.com


DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.