Solok - Meluapnya aliran Batang Lembang di Kabupaten Solok pada Kamis (6/9) lalu yang mengakibatkan bencana banjir menjadi perhatian tersendiri bagi Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno. Irwan Prayitno beserta rombongan langsung turun untuk meninjau lokasi bencana, Senin (10/9).

Dilokasi kejadian, Bupati yang diwakili Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Solok beserta Wali Nagari Muaro Paneh Ferry Effendi menjelaskan kronologi kejadian serta dampak banjir ini bagi masyarakat yang terdampak bencana.

"Kami dari Pemprov dan Pemkab tidak mungkin diam. Tadi dipesankan Pak Wali (Wali Nagari Muaro Paneh) normalisasi ini akan kita tindaklanjuti segera," ujar Irwan Prayitno usai mendengarkan penjelasan dari Wali nagari dan Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Solok.

Menanggapi kejadian ini, Gubernur mengatakan akan segera menggelar rapat terkait rencana normalisasi dan pengerukan tersebut melibatkan Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Prov. Sumbar, dan Pemerintah Kabupaten Solok.

"Kita akan rapat nanti dengan PSDA, Balai, dan Pemkab untuk ini untuk buat tindaklanjutnya. Kita akan upayakan agar tidak terjadi lagi," imbuh Irwan Prayitno.


Wali Nagari Muaro Paneh Ferry Effendi kepada Gubernur dan Bupati menceritakan banjir kali ini merupakan yang terparah sejak tahun 1982. Ferry menggambarkan saat kejadian aliran Batang Lembang mendadak meluap membanjiri lahan pertanian dan permukiman warga.

"Banyak kerugian masyarakat seperti alat rumah tangga, alat-alat elektronik, pakaian sekolah, dan sebagainya karena tidak sempat mengamankannya," tambahnya.

Dijelaskan oleh Ferry, salah satu penyebab kejadian banjir adalah pendangkalan Sungai Batang Lembang. Dalam kesempatan ini, Ferry menyampaikan harapan masyarakat kepada Pemprov dan Pemkab untuk dapat melakukan normalisasi aliran Batang Lembang.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur menyerahkan bantuan uang dari Baznas dengan nilai total 60 juta rupiah. Bantuan ini diberikan kepada pemilik 9 rumah yang rusak akibat banjir, keluarga dari 2 warga yang meninggal karena shock akibat banjir, dan orangtua bayi yang kini dirawat di rumah sakit umum daerah.

Gubernur juga menyerahkan bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Sumatra Barat berupa 30 dus mie instan dan 30 dus air mineral kemasan.(dyko)

Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.