Padang, Editor.-  Asosiasi Pengacara Syariah Wilayah Sumatera Barat melaksanakan Ujian Profesi Advokat (UPA) angkatan ke II Sabtu, 29 September 2018 di Hotel PRIMA Jl. Joni Anwar, Ulak Karang Padang.

Ketua Pelaksana UPA Pria Madona, SH melalui Sekretaris Panitia UPA APSI Sumbar Elga Maidison, SHI kepada Portal Berita Delik mengatakan ada 16 peserta UPA di angkatan kedua ini, 2 diantaranya adalah peserta yang telah menempuh PKPA Peradi.

Sejak pendaftaran UPA dibuka sampai 25 September 2018 sebanyak 16 peserta mendaftar, dua orang diantaranya dari PKPA Peradi,” ungkap Elga.

Kata Elga, dalam pelaksanaan UPA angkatan kedua ini diawasi oleh utusan DPW APSI Sumbar yaitu Abdul Rajab, SHI dan Riko Gustiawan Putra, SH. SHEL.CPL serta diawasi oleh DPP APSI Desparika Metra, S.Ag., SHEL.

Lebih jauh kata Elga, sebelum dilakukan UPA, para peserta telah menjalani Pendidikan dan Pelatihan Profesi Advokat pada Maret s/d April 2018 kemaren bekerja sama dengan Klinik Peradilan Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang. UPA ini adalah salah satu proses bagi sarjana yang bergelar di bidang hukum yang memilih berkarir di dunia profesi Advokat/Pengacara untuk menjadi seorang Advokat diwajibkan mengikuti pendidikan dan pelatihan serta dinyatakan lolos UPA,” papar dia.

Materi yang diujikan dalam UPA terdiri dari soal pilihan ganda meliputi UU Advokat, Peran dan Fungsi Organisasi Advokat, Kode Etik Advokat, Hukum Perdata, Hukum PA, Hukum PHI dan Ketenagakerjaan, Hukum Pidana, Hukum TUN, Arbitrasi dan ADR dan untuk soal esai peserta ujian mendapat tugas membuat surat kuasa dan gugatan ekonomi syariah,” tambahnya.

Setelah mengikuti UPA, selanjutnya para peserta harus mengikuti magang selama 2 tahun berturut turut baru bisa mengikuti pelantikan dan penyumpahan jadi Advokat di Pengadilan Tinggi.

Elga yang juga Wakil Direktur Posmedbakumadin APSI Sumbar itu menjelaskan Profesi Advokat adalah syarat dengan hukum, idealisme, handal, martabat dan beretika. Menurut Pasal 1 angka 1 UU Advokat, Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan undang-undang ini. Profesi advokat dijuluki sebagai “officium nobile” artinya profesi yang mulia atau terhormat. Profesi advokat itu mulia atau terhormat, karena mengabdikan dirinya kepada kepentingan masyarakat dan bukan kepada dirinya sendiri, serta berkewajiban untuk turut menegakkan hak-hak asasi manusia.

Kita berharap melalui uji kopetensi ini semoga semua peserta lolos dan melahirkan Advokat-Advokat muda baru yang bersinergi dengan penuh tekat untuk penegakan hukum nantinya baik pidana maupun perdata serta, calon Advokat Apsi harus mampu menguasai kedepan seperti di bidang sengketa ekonomi syariah, perceraian, waris dan lainnya,” pungkas pimpinan Kantor Hukum Elga Maidison, SHI & Rekan di Kota Padang itu. ** Risko

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.