Foto: Nanda
Pariaman - Kirab Satu Negeri dengan agenda ziarah ke makam Syeikh Burhanuddin di Ulakan Padangpariaman batal. Hal itu disebabkan adanya penolakan dari gabungan ormas terhadap kirab tersebut.
       
Gabungan Ormas yang terdiri dari Pekat IB Kabupaten Padangpariaman, Pekat IB Pasaman Barat, GNPF MUI Sumatera Barat, Majelis Mujahiddin Indonesia Sumatera Barat, Sahabat Hijarah dan sejumlah ormas lain berkumpul di lokasi kawasan Komplek Makam Syeikh Burhanuddin Ulakan yang menjadi salah satu titik kegiatan Kirab Satu Negeri di wilayah Sumatera Barat.

Ketua GNPF MUI Sumatera Barat, Jel Fathullah menyebut, penolakan kegiatan Kirab Satu Negeri yang dilaksanakn oleh GP Ansor di Sumatera Barat bukan aksi, melainkan reaksi atas tindakan penolakan dan penghadangan yang dilakukan oleh GP Ansor terhadap ulama di sejumlah wilayah.

"Penolakan tidak hanya terjadi di Sumatera Barat, hampir merata di seluruh wilayah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Provinsi Riau, Sumut. Hal ini merupakan reaksi terhadap tindakan GP Ansor," ujarnya usai pertemuan dengan gabungan Ormas Sumatera Barat di Masjid Jihad Kabun Pauhkambar Padangpariaman, Senin (24/9) sore.

Mantan Amir Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) Sumatera Barat ini menyebut jika pihaknya telah menyampaikan sikap penolakan terhadap kegiatan Kirab Satu Negeri GP Ansor kepada Kapolda Sumatera Barat agar kegiatan tersebut dilarang. Hal tersebut klaim dia, karena banyaknya penolakan dari elemen masyarakat Sumatera Barat.

Jell juga menambahkan, penolakan terhadap Kirab Satu Negeri yang dilakukan GP Ansor bukan motif politik, namun murni reaksi terhadap tindakan yang dilakukan GP Ansor sebelumnya.

Senada dengan itu, Ketua Pekat IB Kabupaten Pasaman Barat, Dicky Harmiko Syahputra menyinggung kronologis penolakan kegiatan Kirab Satu Negeri di Pasaman Barat. Ia mengatakan, keberatan atas kegiatan tersebut telah disampaikan kepada pimpinan Nahdatul Ulama Pasaman Barat sehari sebelum kegiatan dilaksanakan. Nyatanya kegiatan di Pasaman Barat tetap dilakukan.

"Kegiatan GP Ansor di Pasaman Barat ditolak secara baik-baik. Setelah ada kesepakatan tidak berkegiatan di sini, rombongan GP Ansor kami kawal dan antarkan hingga perbatasan menghindari adanya persekusi dari masyarakat
yang curiga kegiatan GP Ansor di Sumatera Barat untuk menyebarkan paham Islam Nusantara," klaim dia.

Terpisah, Ketua GP Ansor Padangpariaman, Zeki Ali Wardana menyebut penolakan atas kegiatan Kirab Satu Negeri yang digelar GP Ansor disebabkan provokasi dari pihak lain, sehingga masyarakat yang tidak memahami tujuan kegiatan ini melakukan penolakan.

Meskipun mendapatkan penolakan dari masyarakat, pihaknya tetap menghormati sikap kelompok masyarakat. Zeki menegaskan Kirab Satu Negeri murni kegiatan ziarah mengunjungi makam pejuang Islam.

"Kami menghormati sikap penolakan sebagai bentuk menghargai pendapat setiap warga negara, kami juga menolak penolakan itu. Namun soal Islam Nusantara itu bukan maqom kami membahasnya, tapi yang jelas kegiatan kami hanya ziarah dan pengibaran bendera," pungkasya.

Sebelum ditolak di Ulakan, 60 orang lebih peserta Kirab Satu Negeri mengunjungi Pulau Angso Duo, Senin (24/9) pagi.

Di sana, peserta yang berasal dari daerah Padangpariaman dan Kota Pariaman melakukan ziarah di Makam Syeikh Katik Sangko dan mengibarkan bendera merah putih. Di Kota Pariaman, rombongan juga melakukan audiensi dengan Walikota Pariaman. (Nanda)

Sumber: Pariamantoday.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.