Limapuluh Kota, Editor.– Kawasan Rimbo Tuo, di Nagari Sungai Balantiak, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, ternyata, menyimpan sebuah objek wisata alam nan cukup menarik. Bila anugerah alam serupa ini dikelola secara profesional, niscaya akan menambah perbendaharaan jumlah kawasan wisata andalan di alam bagian Luak Nan Bungsu itu. Sekaligus, berdampak pada peningkatan perekonomian warga di sekitar lokasi.

Air terjun Sarosa, memang amat menawan. Terletak sekitar 2 kilometer dari bibir utama yang menghubungkan Koto Tangah-Suayan. Dari lokasi air terjun itu, dapat pula dinikmati keindahan alam menuju pemandangan indah perkampungan warga. Areal persawahan yang menganga lebar, dan perbukitan berjejer dari arah Simpang Sugiran, di Kecamatan Guguak, menjalar hingga ke Batu Hampar.

Belum lagi keagungan Allah yang dapat dipandang serupa pemandangan arah ke Kota Payakumbuh dan Gunung Sago. Sungguh sangat menggoda! Selain air terjun, juga panorama dan kawasan hutan ikut yang menarik disaksikan dengan mata telanjang.

Air terjun Sarosa memiliki dua lokasi. Pertama air terjun satu tingkat, dan kedua air terjun bertingkat dua. Airnya sejuk, dan jernih.

Lokasi ini, biasanya, ramai dikunjungi jelang masuknya bulan suci Ramadhan serta hari-hari libur. Memang saat ini masih diramaikan oleh kaum muda di daerah setempat.

Sulitnya mencapai lokasi menjadi kendala utama. Sebab, jalan ke sana belum ada sama sekali, kecuali jalan setapak, dan anak-anak air yang mengular dari puncak bukit menuju areal persawahan warga yang biasa dilalui agar bisa sampai ke Sarosa. Memang dari bibir jalan beraspal, hingga ke Koto Tuo, sudah ada sekitar satu kilometer yang telah bisa ditempuh kendaraan bermesin. Sedangkan lebih kurang satu kilometer lagi, kini perlu dibuka baru.

Akses inilah yang membuat Sarosa tidak dikenal. Padahal, jika dikembangkan bersama infrastrukturnya, pasti diminati para pengunjung dari mana saja.

Kini, kata Kepala Urusan Administrasi dan Keuangan Kantor Walinagari Sungai Balantiak, Yenni Rahmawaty, yang dihubungi, Sabtu (29/9), yang mendesak untuk pengembangan kawasan adalah akses jalan menuju lokasi.

“Bila akses terbuka, diyakini kawasan tersebut cukup menarik dan berprospek membawa peningkatan perekonomian warga,” kata Yenni.

Sekadar diketahui, Sarosa dan alam sekelilingnya hingga kini masih perawan. Belum pernah tersentuh. Sementara bila dikembangkan niscaya sanggup mendulang rupiah.

Menurut beberapa warga yang sempat ditemui, mereka sama berharap agar pemerintah kabupaten dapat memberikan perhatiannya untuk lokasi Sarosa. Antara lain, mengucurkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) buat membuka akses jalan dan penyempurnaan lokasi objek.

“Kita memang butuh bantuan pemerintah daerah untuk pengembangannya,” kata Ad, salah seorang warga. ** SAS

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.