Pariaman, Editor.- Kampanye Imunisasi Campak & Rubella penyakit Infeksi yang menular melalui saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus campak dan rubella. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes).melalui Kasi Surveilens imunisasi Desi Irawati mengatakan rentang dalam kurun waktu antara 2016 hingga 2018 telah terjadi 4 kasus rubella di Kota Pariaman.

“Fakta ini baru terungkap beberapa waktu terakhir karena intensnya kita melakukan sosialisasi ditengah-tengah masyarakat tentang bahaya dan dampak rubella bagi ibu hamil terhadap janin yang dikan jalan pasir pauh pariaman tengah , Rabu (1/8 )

Sekitar 23.164 kasus Campak dan 30.464 kasus Rubella di temukan di indonesia pada tahun 2010 -2015
Campak dan Rubella penyakit infeksi menular saluran napas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella mulai bulan agustus hingga Setember pada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Gejala penyakit Campak deman tinggi , bercak kemerahan pada kulit ( di sertai dengan Batuk, pilik dan mata merah)
Sedangkan gejala Rubella tidak Spesifik, Bahkan bisa tanpa gejala umum berupa deman ringan pusing pilik, ,mata merah dan nyeri Pada persendirian Mirip gejala flu

Sedangkan menurut pandang Islam fatwa Majelis Ulama Indonesia Imunisasi pada dasarnya di bolehkan (Mubah ) sebagi bentu ikhtiar untuk mewujukan kekebalan tubuh ( imunitas ) dan mencegah terjadi suatu penyakit tertentu.

Dalam hal ini, jika seseorang yang tidak diimunisasai akan menyebabkan kematian, penyakit Berat atau kecacatan permanen yang menganjam jiwa berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya ,maka iminusasi hukum wajib.
Kenapa harus imunsasi MR, Maalles – Rubella dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang di lahirkan meliputi kelainan pada jantung dan mata , ketulian, keterlambatan perkembangan

Sedang Campak dapat menyebabkan Komplikasi yang serius seperti radang paru (pneumonia) Radang Otak (Ensefalitas),kebutaaan, Gizi Buruk dan Kematian.

Imunisasi secara masal untuk Campak dan Rubella diberikan pada Usia 9 bulan sampai 15 Tahun.

Salah satu tanda bayi yang terkena CRS adalah bayi tersebut mengalami mikrosefalus yang terlihat dari lingkar kepala yang lebih kecil dari ukuran normal. Otomatis, Bayi mikrosefalus memiliki volume otak yang lebih kecil sehingga mengalami keterlambatan pertumbuhan. Selain itu bayi juga berpotensi mengalami katarak dan gangguan pendengaran.
Oleh karena itu, ia mendorong agar seluruh masyarkat Pariaman mengikuti Kampanye Pencegahan Campak dan Rubella yang digelar dengan memberikan vaksin melalui injeksi secara gratis. “Ini adalah hal yang sangat penting demi menciptakan generasi penerus yang sehat,” ujarnya.

Campak & Rubella sendiri merupakan penyakit yang sangat menular. Ia mengatakan, anak-anak dan remaja yang belum pernah diimunisasi Campak dan Rubella, dan yang belum pernah mengalami penyakit ini maka memiliki risiko tinggi untuk tertular. Meski belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit ini, penyebaranya dapat dicegah dengan imunisasi vaksin Measles Rubella (MR).

Kepala Dinas kesehatan Bakhtiar mengatakan selain rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap dampak penyakit Campak dan Rubella, ditambah lagi minimnya ibu hamil memeriksakan kandungan ke Posyandu atau Puskesmas terdekat.
“Setelah terungkap dari pengakuan orang tua/ibu bayi yang terdampak penyakit Rubella ketika hamil dan sesudah melahirkan didapatkan fakta bahwa ada 4 kasus yang telah terjadi dari tahun sebelumnya 2016-2018,” kata Bakthiar.

Lanjutnya, Diantaranya 1 abortus/keguguran, dan dua orang anak cacat. Dan Yang satu lagi meninggal karena prematur setelah lahir dalam usia kandungan 7 bulan.

Sementara itu, Wakil Walikota Genius Umar mengatakan, Pelaksanaan kampanye dan introduksi imunisasi MR di Kota Pariaman memang harus mendapatkan perhatian lebih dari kita bersama agar berjalan lancar dan sukses. Hal itu penting dan harus kita lakukan mengingat adanya fakta-fakta memprihatinkan terkait penyakit Rubella ini.

“Fakta pertama adalah data epidemiologi yang menyebutkan populasi kolompok masyarakat yang rentan campak berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang disebabkan adanya akumulasi anak balita yang tidak mendapatkan imunisasi dan anak-anak yang tidak mendapatkan kekebalan setelah pemberian satu dosis vaksin campak,” kata Genius.

ia menjelaskan fakta berikutnya Maasles – Rubella ( MR ) Jerman merupakan penyakit menular atau infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah berbentuk bintik-bintik pada kulit yang sering terjadi pada anak dan remaja yang belum mendapat vaksin campak.

“Dua fakta inilah yang telah mendorong Kementrian Kesehatan Republik Indonesia bersama-sama dengan WHO dan UNICEF melakukan kajian tentang pentingnya pemberian imunisasi tambahan MR, dengan sasaran pelaksanaan kegiatan imunisasi seluruh anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun untuk Kota Pariaman dengan sasaran imunisasi berjumlah kurang lebih 24.504 anak,” kata Genius Umar

Wawako Pariaman mengharapkan Kepada seluruh warga masyarakat Kota Pariaman yang memiliki Balita yang belum mendapatkan imunisasi MR agar secara suka rela mendatangi pos-pos pelayanan imunisasi karena sejatinya adalah peran serta dan aktif kita semua untuk mencegah terjadinya KLB Rubella di Kota Pariaman.
khusus kepada organisasi profesi kesehatan, seperti IDAI, IDI, IBI, PPNI, AKLI, IAI dan lain-lain, Genius Umar himbau agar dapat mendukung kegiatan imunisasi masal dan introduksi imunisasi MR ini dengan membuat surat edaran ke masing-masing anggotanya untuk mendukung pelaksanaan imunisasi masal dan introduksi MR ini dengan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Pariaman.

Sementara itu, dalam laporannya, Kadis Kesehatan Kota Pariaman Bakhtiar menuturkan Untuk Tahap I, Imunisasi Masal MR dilaksanakan pada bulan Agustus hingaga September 2018 , pada seluruh PAUD, TK, SD/MIN Sederajat, SMP/MTSN sederajat yang berada di Kota Pariaman, untuk anak yang berumur 9 bulan sampai kurang 15 tahun.

“Sedangkan untuk Tahap II, Imunisasi Masal MR dilaksanakan di seluruh Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan pos imunisasi lainnya di Kota Pariaman pada bulan September , untuk anak berumur 9 bulan sampai 6 tahun,” singkatnya.

Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella (MR) ini juga menghadirkan seorang balita bernama Fadilla (7 bulan) yang terkena virus tersebut sejak dalam kandungan.
Acara dimeriahkan dengan drama kolosal pementasan bahaya Measles dan Rubella oleh perwakilan dari siswa-siswi SMA 1 Kota Pariaman. ** Afridon

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.