Batusangkar, Editor.- Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dengan tegas memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar untuk mengentikan kegiatan bulan Vaksinasi MR sampai ada kejelasan tentang halal atau aramnya vaksinasi tersebut dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui fatwanya.

Hal itu ditegaskannya sehubungan begitu gencarnya pemberitaan di Media Sosial (Medsos) tentang tidak halalnya Vaksinasi Measles-Rubella (MR) dan banyaknya kesimpang siuran informasi yang ada di masyarakat, serta adanya pernyataan Menteri Kesehatan RI untuk menunda pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat muslim,

Saat penegasan tersebut Bupati Tanah Datar H Irdinansyah Tarmizi didampingi Sekum MUI Tanah Datar H Afrizon S Ag dan Kadinas Kesehatan Tanah Datar H dr Ermon Ravlin serta Kabag humas pengkab Tanah Datar Syahril dalam jumpa pers di Indo Jolito Batusangkar, Minggu (5/8).

Untuk itu, Bupati menginstruksikan Kadinas Kesehatan Tanah Datar dr Ermon membuat surat edaran pemberitahuan penghentian pelayanan Vaksinasi MR kepada seluruh puskesmas (Pusat kesehatan masyarakat), Pustu(Puskesmas pembantu) dan Polindes (Pondok Bersalin Desa) di bawah lingkup dinas kesehatan Tanah Datar, walaupun kegiatan pekan imunisasi ini telah berjalan semenjak tanggal 1 Agustus 2018 lalu.

Dikatakan Irdinansyah, Aktivitas pelayanan Vaksin MR akan segera dilanjutkan begitu pengesahan fatwa MUI pusat keluar. Kepada masyarakat diminta agar tenang menyikapi halal haram vaksin MR.
“Dan kalau ada yang telah terlanjur melakukakan vaksinasi tidak perlu dirisaukan, karena susuatu yang tidak kita ketahui tidaklah berdosa,” ujar Irdinansyah.

Sekum MUI Tanah Datar Afrizon S Ag pada kesempatan tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Irdinansyah yang telah menghentikan untuk sementara kegiatan imunisasi sampai ada fatwa MUI pusat tentang Halal haram Vaksin MR. Kalau ada yang sudah terlanjur divaksinasi jangan dipermasalahkan dan juga jangan takut, karena jika kita tidak tidak tau didalam agama menyatakan sipengguna tidak berdosa.

“Insyaallah diperkirakan pada tanggal 8 Agustus 2018 Fatwa MUI tentang Halal atau Haramnya Vaksinasi MR ini akan keluar,” ungkap Afrizon.

Sementara itu Kadinas kesehatan Tanah Datar dr H Ermon Revlin mengatakan siap untuk menjalankan instruksi bupati Tanah Datar tersebut. Yakni dengan menghentikan sementara aktivitas Vaksinasi MR di Rumah Sakit, Puskesmas,Pustu dan Polindes dan sesegera mungkin membuat surat edaran pemberitahuan dan juga sekaligus memberkan tembusannya ke sekolah-sekolah. yang ada di Kabupaten Tanah datar.

Ermon juga menjelaskan, semenjak pelaksanaan vaksinasi yang dimulai Rabu tanggal 1 Agustus 2018, sudah tervaksinasi sebanyak 8.023 orang anak-anak yang berumur 9 s/d 15 tahun yang dari dari target untuk kabupaten Tanah Datar sebanyak 92.243 orang. Jumlah itu diperkirakan baru baru sekitar 9%.

“Kalau Fatwa MUI keluar, bahwa vaksinasi MR ini Halal akan kita lanjutkan lagi guna mencegah berjangkitkan penyakit Campak dan Rubella di Kabupaten Tanah Datar,” tegas Ermon. ** Jum

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.