Mentawai -- Harga Ikan hasil tangkapan para nelayan di Siberut Selatan, melonjak naik akibat buruknya cuaca di perairan Kepulauan Mentawai. Salah satunya Ikan Ambu-ambu (Tongkol) yang biasanya dibeli dengan harga Rp. 15 ribu/ekor kini mencapai Rp. 35 ribu/ekor. Selain itu Ikan Tamban kecil  yang biasanya Rp. 10 ribu/bungkus kini mencapai Rp. 15 ribu/bungkus. 

Ketua Kelompok Nelayan Maileppet Pange (57), mengatakan, buruknya cuaca di perairan Kepulauan Mentawai ini mengakibatkan kurangnya hasil tangkapan ikan nelayan untuk dijual ataupun untuk konsumsi sendiri. 

"Beberapa jenis ikan hasil tangkapan para nelayan biasanya Ikan Ambu-ambu, Ikan Gambolo (ikan kembung), Ikan Karang (ikan kerapu), Ikan Tamban, Ikan teri dan beberapa jenis ikan lainnya. Kini semua jenis ikan tersebut sulit didapat oleh para nelayan. Saat ini rata-rata warga membeli ikan teri asin kering dengan harga Rp. 8000/ons sebagai pengganti konsumsi ikan segar," jelasnya, Minggu (5/8).

Selain itu menurut Pange, akibat dari buruknya cuaca di perairan ini banyak sekelompok nelayan yang tidak berani melaut untuk melakukan aktivitasnya. Sebahagian besar warga kepulauan ini banyak menggantungkan hidupnya dilaut sebagai nelayan, sehingga banyak juga para nelayan kini beralih profesi menjadi tukang bangunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan tidak sedikit juga yang menjadi  pengangguran.    

Saat disela sela kegiatannya Pange menambahkan, sebenarnya para nelayan ini tidak hanya butuh bantuan dana tetapi mereka juga membutuhkan pengarahan yang berkesinambungan agar dapat bertahan hidup di alam cuaca laut yang tidak menentu ini. Misalnya ketika terjadi cuaca buruk, para nelayan ini dapat menyimpan hasil tangkapan ikannya di tempat penakaran ikan yang membutuhkan balok-balok es agar hasil tangkapannya dapat di awetkan. (Rizky)

Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.