Pariaman Tengah dijuluki dapil neraka di tiga pembagian wilayah dapil pemilu legislatif 2019 tingkat kota Pariaman. Nama-nama baru akan bertarung mati-matian, karena di dapil tersebut terdapat beberapa politisi yang telah lama membumi. Punya basis dan dikenal lama berkiprah kepada masyarakat di dapil yang memiliki lebih dari 20 ribu DPT ini.

Dari 20 kursi DPRD Kota Pariaman, tujuh kursi akan diperebutkan di dapil Pariaman Tengah. Lalu kenapa disebut dapil neraka?

Di beberapa pileg tahun sebelumnya, di dapil ini terdapat beberapa nama moncer seperti Mardison Mahyuddin, Zalman Zaunit serta Ibnu Hajar. Ibnu Hajar pindah ke dapil Pariaman Timur dan Selatan setelah dapil Pariaman dibagi menjadi tiga dapil pada pileg 2014.

Untuk Mardison dan Zalman Zaunit. Dua nama ini bahkan pernah diklaim akan terus terpilih jika mereka terus maju di dapil tersebut untuk kursi DPRD kota. Sama ihwalnya jika almarhum Devaria masih hidup dan maju di dapil Pariaman Utara. Mereka adalah tokoh yang memiliki basis masa yang jelas. Terukur dan militan.

Bagaimana dengan pileg 2019 yang akan dihelat April 2019? Beruntung bagi kandidat lainnya. Lawan berat itu telah naik kelas. Mardison yang terpilih sebagai wakil walikota Pariaman tidak mungkin maju di pileg 2019. Begitu juga dengan Zalman Zaunit. Terpilih tiga kali berturut, Zalman Zaunit maju di Pileg Sumbar 2014, dan ia terpilih. Pada pileg 2019, ia juga maju untuk memperebutkan kursi dewan Sumbar. Tiga saingan berat telah berlalu. Mardison, Zalman dan Ibnu. Nama Ibnu dimasukkan karena ia terpilih dua kali berturut di dapil Pariaman Tengah (2004 dan 2009). Saat ia maju di dapil timur dan selatan di pileg 2014, ia didahului oleh rekan se partainya, Fawzi.

Seiringnya, dapil Pariaman Tengah dengan tujuh kursinya, saat ini jadi medan tarung lebih dari seratus bacaleg. 16 parpol mendaftarkan bacaleg yang punya nama plus petahana yang pada pileg sebelumnya mendapatkan kursi di dewan.

Dari ratusan nama tersebut, kami mencoba merangkum beberapa nama yang memiliki peluang besar. Kita tidak mengulas dari partai mana ia bernaung.

Mari kita telisik. Meski DCT caleg belum resmi diumumkan oleh KPU Pariaman, sejumlah nama politisi dapil Pariaman Tengah sudah mengemuka.

Beberapa nama yang kami sebutkan ini bukanlah hasil jajak pendapat. Bukan iklan? Namun murni dari pengamatan yang sifatnya subjektif. Meski demikian patut menjadi kajian bagi para petarung baru di dapil tersebut hendaknya.

Pertama, Iskandar. Iskandar pada pileg 2014 lalu kalah tipis dari rekan se partainya Syafinal Akbar. Peluang Iskandar cukup besar pada pileg 2019 dengan alfanya Mardison Mahyuddin pada pileg tahun ini. Basis suara Mardison dan Iskandar sama-sama desa Kampung Baru. Dengan tidak majunya Mardison, jalan Iskandar diprediksi terbuka lebar.

Kedua, Yusra Jaya. Yusra terpilih pada pileg 2009 tapi tak maju pada pileg 2014. Ia ancaman serius bagi caleg lain yang memiliki basis di Kelurahan Pasir, Kampung Baru, Lohong dan Pauh Barat.

Ketiga Life Iswar. Pesaing terdekat satu partai Mardison di pileg 2014. Kampung Jao, Kampung Perak penyumbang terbesar suaranya. Ia mengantongi lebih dari 700 suara di pileg 2014.

Keempat Yulius Danil. Ia merupakan salah satu peraih suara terbanyak di pileg dapil Pariaman Tengah pada 2009. Basis massanya yakni Desa Cimparuah, desa dengan lumbung suara terbesar kedua di Pariaman Tengah setelah desa Kampung Baru.

Kemudian ada tiga nama lagi yang juga merupakan petahana di pileg 2019 untuk dapil Tengah. Mereka Syafinal Akbar, Hamdani dan M. Fadly. Tiga nama ini memiliki potensi besar kembali merebut kursinya saat ini. Lawan terberat mereka tentu saja rekan se partai dan se dapil masing masing. (OLP)


Sumber: Pariamantoday.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.