Surabaya - Suatu prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Tanah Datar. Pasalnya disaat perayaan Hari Anak Nasional Tahun 2018, kabupaten yang dijuluki sebagai Luhak Nan Tuo di provinsi Sumatera Barat tersebut meraih double (dua-red) penghargaan luar biasa.

Sebagai kabupaten yang terkecil dibumi Minang itu, pemerintah terus melakukan terobosan dalam hal meningkatkan kesejahteraan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Seperti halnya membangun rumah-rumah keluarga kurang mampu yang dikenal dengan program Gapura Mantap dan program lain yang menunjang ekonomi kerakyatan.

Daerah yang memiliki luas wilayah 1.336,10 Km2 dengan jumlah peduduk 362.030 jiwa ini dipimpin duet Bupati Irdinansyah Tarmizi dan wakilnya Zuldafri Darma. Memasuki tahun ketiga kepemimpinan mereka, sudah banyak menorehkan prestasi yang berbuah penghargaan dari pemerintah pusat.

Tekad menjadikan Tanah Datar sebagai kabupaten yang madani dan masyarakatnya sejahtera, serta lahirnya para penghafal ayat suci Alqur’an dari rumah-rumah tahfidz yang saat ini sudah banyak berdiri, dibuktikan dengan memberikan kemudahan dalam memilih sekolah favorit tanpa tes, beasiswa pendidikan, bonus study banding International, hingga umroh gratis.

Memasuki triwulan ke-III dipertengahan tahun ini, sebagai buah dari implementasi tindakan nyata pemerintah daerah, Kabupaten Tanah Datar kembali menerima penghargaan dari Pemerintah Pusat.

Dua penghargaan langsung diterima Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi yang diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise, Senin (23/07) di Dyandra Convention Center Surabaya Jawa Timur.

Kepala Dinas Sosial Drs. Yuhardi turut mendampingi saat menerima penghargaan itu mengatakan, tahun ini kita Tanah Datar kembali menerima penghargaan dari Pemerintah Pusat, bahkan dua sekaligus.

“Alhamdulillah dua penghargaan yang diterima pada saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2018 tersebut yaitu Penghargaan Pembinaan Forum Anak Daerah Terbaik dan Penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2018," sebut Yuhardi.

Lebih lanjut Dia menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil verifikasi data oleh dewan juri dari Kementerian PPPA-RI pada tanggal 11 Juli yang lalu, maka ditetapkanlah provinsi, kabupaten dan kota yang mendapat Penghargaan Pembinaan Forum Anak Daerah. Dari 10 kabupaten dan kota ini, 2 kabupaten dan 8 kota. Untuk kabupaten yang mendapat penghargaan hanya Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sleman.

Sementara untuk provinsi ada lima yaitu Provinsi D.I Yogyakarta, Provinsi Aceh, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Riau. Sedangkan kota ada delapan, Kota Surakarta, Kota Tangerang Selatan, Kota Pekalongan, Kota Parepare, Kota Pekan Baru, Kota Balikpapan, Kota Denpasar dan Kota Mataram.

Untuk Kabupaten/Kota Layak Anak, Kabupaten Tanah Datar juga raih penghargaan bersama Kabupaten Lima Puluh Kota diantara tujuh kota di Provinsi Sumatera Barat yang juga raih penghargaan yang sama yaitu Kota Padang, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Pariaman, Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi dan Kota Solok.

Sementara itu usai menerima penghargaan Bupati Irdinansyah Tarmizi yang turut didampingi ketua TP-PKK Tanah Datar Ny. Emi Irdinansyah katakan, “Dua Penghargaan yang kita terima kali ini patut kita syukuri dan terlebih Penghargaan KLA yang naik peringkat dari tahun sebelumnya di Kota Pekanbaru masih pada level Pratama dan pada tahun 2018 ini naik ke level Madya.

Ada empat level kriteria penilaian yaitu pratama, madya, nindya dan utama. Untuk kriteria utama ini hanya ada 2 kota yang dapat tahun ini, yaitu Kota Surabaya dan Kota Surakarta. Kedepan kita akan terus berupaya mencapai level-level berikutnya.

Tetapi bukanlah untuk mendapatkan penghargaan yang kita kejar, namun bagaimana mewujudkan anak-anak dan masyarakat di Tanah Datar mempunyai hak yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah, ujarnya.

Sebelumnya pada saat Press Conference Menteri PPPA Yohana Yembise didampingi Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny N. Rosalin, katakan pada tahun 2018 ini sebanyak 389 kabupaten/kota telah berkomitmen untuk menjadi KLA, dari jumlah tersebut 176 kabupaten/kota telah berhasil meraih penghargaan dari berbagai kategori.

Upaya untuk mewujudkan KLA, tertuang pada berbagai program yang telah dan sedang dilakukan. Sosialisasi, edukasi, dan pengembangan program serta mempersiapkan fasilitas disetiap daerah.

Diantaranya Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), upaya mencegah perkawinan anak, pengasuhan anak yang berbasis hak anak, dan pembangunan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), Puskesmas Ramah Anak, Kampung Anak Sejahtera, fasilitas ruangan ASI, Sekolah Ramah Anak dan Pusat Kreatifitas Anak, tuturnya. (Hp)

Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.