Padang | - Kepolisian Resort Padang Pariaman berhasil meringkus pelaku pembuang bayi yang sempat gegerkan warga Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pelaku yang diketahui berinisial D diamankan pada Minggu 8 Juli 2018 malam.

"Kami melakukan proses penangkapan Minggu malam. Yang jelas status pelaku mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat, lah ya," kata Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho seperti dilansir Langkan.id,  Rabu 11 Juli 2018.

Rizki mengatakan, polisi sempat kesulitan dalam mengungkap kasus pembuangan bayi yang terjadi pada 2 Juni 2018 lalu. Sebab, pelaku yang selalu berpindah-pindah lokasi.

"Kendala terutama yang bersangkutan pindah-pindah (lokasi), loncat dari tempat satu ke tempat lainnya. Dan ketika kami melihat yang bersangkutan di tempat yang dekat baru dilakukan penangkapan," ujar Rizki.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber , pelaku merupakan mantan Ketua BEM Fakultas Kedokteran di salah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat.

Namun, Rizki enggan menjelaskan dengan detail identitas pelaku. Termasuk pelaku yang diduga mantan Ketua BEM tersebut.
"Kalau masalahnya dia ketua BEM saya kurang tahu. Kapasitas saya hanya saat ada laporan lalu penangkapan," katanya.

"Kasus ini sebenarnya memang sengaja tidak diekspose karena kita mengingat si perempuan (pacar pelaku) akan mau wisuda. Ini memang permintaan dari keluarga, keluarga si perempuan," katanya.

Namun, Fetrizal memastikan proses hukum terhadap pelaku laki-laki tetap akan berlanjut.

Sebelumnya, warga Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman Sumatera Barat digegerkan dengan penemuan bayi di dalam kardus mie instan. Bayi itu ditemukan terletak di sebelah salah satu klinik bersalin yang berada di Jalan Raya Padang-Bukittinggi tersebut.

Bayi yang ditemukan itu berjenis kelamin laki-laki. Ditemukan salah seorang warga terletak pada, Sabtu, 2 Juni 2018 sekitar pukul 00.30 dalam kondisi hidup. (Ril)


Sumber:pasbana.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.