Solok Kota, Editor.- Nasabah yang melakukan kredit atas barang atau benda di perusahaan leasing kerapkali belum mampu membayar angsuran kredit mereka. Oleh sebab itu, pihak perusahaan pembiayaan kerapkali menarik barang atau benda yang menjadi objek jaminan fidusia menggunakan jasa debt collector. Hal itu tidak dapat dilakukan tanpa ada sertifikat fidusia. Demikian dikatakan Kapolres Solok Kota AKBP. Dony Setiawan, S.Ik, MH, Selasa 24 Juli 2018.

Menurut Dony, setiap eksekusi jaminan fidusia perlu didampingi oleh polri dan perlu sertifikat fidusia

“Masyarakat (Nasabah,- red) harus tanya ada atau tidaknya sertifikat fidusia ketika kendaraan mereka mau ditarik finance,” papar Dony Setiawan.

Lebih jauh kata dia, ekskusi yang dilakukan tanpa ada sertifikat fidusia adalah eksekusi illegal dan melanggar undang-undang.

“Jika terjadi penarikan kendaraan oleh debt collector tanpa ada sertifikat fidusia silahkan laporkan ke polisi atas kejadian perampasan,” sebut dia. ** Risko Mardianto

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.