Pariaman, Editor.- Pembangunan Masjid Terapung Kota Pariaman  yang dulu digemakan pasangan Mukhlis Rahman –Genius Umar  baru dimulai pembangunannya resmi dimulai, Senin (2/7).

Sebanyak 180 tiang besi pancang, mulai dipasang oleh pihak kontraktor pelaksana PT Bukit Intan Engeneering pada tahap  I  ini. Masjid terapung sekalian  tempat  wisata,  didirikan di Pasir Pauh, Desa Pauh Barat, Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

Masjid terapung  merupakan kenangan di masa jabatan Muklis Rahman yang pembangunannya melalui kepakatan antara eksekutif dan legislative.  Wujudnya dengan disahkannya anggaran sebesar Rp21.293.967.000 oleh DPRD Kota Pariaman untuk pembiayaan pembangunan.

“Pembangunan tahap I baru bisa memasang 180 tiang pancang dari 300 tiang yang akan dipasang pada tahap selanjutnya,” kata Mukhlis Rahman.

Rencana pembangunan masjid terapung sejatinya sudah ada sejak 2014 silam, namun terkendala karena belum selesainya dokumen Analisas Dampak Lingkungan (AMDAL). Seiring diterbitkannya izin AMDAL pada 15 mei 2018 oleh Gubernur Sumatera Barat, pembangunan baru dimulai.

Mukhlis memperkirakan masjid terapung baru akan selesai beberapa tahun ke depan. Besarnya anggaran dana yang dibutuhkan, yakni sebesar Rp135 miliar, harus dikerjakan secara multi years.

“Karena pembangunannya dilakukan oleh daerah, ragu kita jika pemerintah pusat mengucurkan data APBN. Namun kita kerjakan secara bertahap saja,” kata dia.

Selain menjadi pusat berbagai ibadah umat Islam, masjid terapung ditargetkan menjadi destinasi wisata baru Pariaman. Keberadaan masjid ini, mempertegas visi dan misi menjadikan Kota Pariaman sebagai daerah tujuan wisata yang religius.

Dikatakan Mukhlis, masjid ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas lain yakni, perpustakaan, kuliner, pojok, toko yang dikelola masjid dan pusat souvenir.

“Seperti masjid raya Pasir Pangaraian Riau dan masjid Dian Al Mahri di Kota Depok, orang ramai di sana. Jika ini selesai, ini akan ramai dikunjungi umat Islam dan wisatawan,” kata dia.

Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Nasril Ahmad, berharap masjid terapung Kota Pariaman dapat menjadi pusat pendidikan Islam. Keberadaan masjid sebagai pusat pendidikan Islam juga wujud dari penerapan falsafah Minangkabau, “Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.

Masjid yang dibangun menjorok akan menjelma menjadi destinasi wisata religi Sumatera Barat. Jika masjid ini selesai, wisatawan yang hadir tidak hanya lokal, namun juga nasional. ** Afridon

WhatsAppFacebookTwitterYahoo MailLineGoogle GmailEmailYahoo BookmarksShare


Sumber: portalberitaeditor.com
DOWNLOAD APK APLIKASI ANDROID BERITA RANAH MINANG


   

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.